MOSKOW – Penanews.co.id – Kapal kontainer “Yanina,” milik FESCO, anak perusahaan dari Perusahaan Energi Nuklir Negara Rusia Rosatom, tenggelam di Laut Hitam setelah diserang oleh kendaraan udara tak berawak (UAV), dan seluruh 17 awak kapal berhasil diselamatkan.
Mengintip Anadolu Agency, CEO Rosatom, Alexey Likhachev, menyatakan bahwa kapal tersebut diserang oleh dua drone di Laut Hitam, dan menambahkan, “Kapal itu membawa barang-barang sipil seperti makanan beku dan bahan bangunan serta dekorasi di perairan internasional. Tidak mungkin menafsirkan serangan ini selain sebagai pembajakan dan perampokan maritim,” ujarnya

Likhachev melaporkan bahwa seluruh 17 anggota kru yang secara sistematis meninggalkan kapal yang tenggelam telah diselamatkan dan dalam keadaan sehat.
Likhachev menyampaikan informasi bahwa 16 anggota kru diselamatkan oleh kapal “Delphinus”, yang dinakhodai oleh seorang warga negara Mesir, dan mencatat bahwa anggota kru terakhir dibawa ke darat oleh tim penerbangan angkatan laut Armada Laut Hitam Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa serangan telah dilakukan terhadap tiga kilang minyak berbeda di Rusia dan kapal kontainer berbendera Rusia “Yanina”.
Kapal Yanina, yang panjangnya sekitar 140 meter dan lebarnya 22 meter, memiliki kapasitas angkut sebesar 13.000 ton.
Kapal tersebut, yang terdaftar di pelabuhan Vladivostok di Rusia, beroperasi pada rute antara India, Uni Emirat Arab, dan Novorossiysk.
Ukraina: Serangan Rusia menghantam infrastruktur penting, bahan kimia berbahaya bocor.
Layanan Darurat Negara Ukraina (DSNS) melaporkan bahwa militer Rusia menyerang fasilitas infrastruktur penting di wilayah Poltava, yang mengakibatkan kebocoran zat kimia berbahaya.
Sebuah pernyataan tertulis yang dirilis di akun media sosial DSNS menyatakan bahwa tentara Rusia melakukan serangan udara di wilayah Poltava, dan bahwa fasilitas infrastruktur penting mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa bahan kimia berbahaya telah bocor akibat serangan tersebut, dan para spesialis perlindungan kimia telah menutup rapat wadah yang rusak dan titik-titik kebocoran.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa ancaman tersebut sepenuhnya dihilangkan berkat respons cepat, dan fasilitas tersebut dapat melanjutkan operasinya dengan aman.
Pernyataan tersebut tidak memberikan informasi tentang jenis bahan kimia yang bocor.[]






