3 Mahasiswa USK ini Sukses Bedah Digitalisasi UMKM dan Koperasi di Ajang Internasional ICOSPALL 2026

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK)—Teuku Achmad Alfatir, Cut Izza Mulkia, dan Naiza Rahadatul Aisy sukses memaparkan hasil riset ilmiah mereka dalam International Conference on Social, Politics, Law and Language (ICOSPALL) 2026 yang berlangsung pada 27–28 Agustus 2026.

Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan isu-isu krusial di bidang sosial, politik, hukum, dan bahasa, dengan mengusung tema besar “Peace, Prosperity, and the Right to Sustainable Development in the Global South”.

Dalam forum ilmiah tersebut, ketiganya membawakan makalah (paper) bertajuk “Digitalization, Structural Barriers, and Community Empowerment: Exploring MSME Development and the Merah Putih Village Cooperative.” Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam untuk mengupas dinamika transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Hasil riset menunjukkan bahwa digitalisasi membawa angin segar bagi efisiensi operasional dan perluasan jangkauan pasar pelaku usaha melalui platform digital,” jelas Alfatir.

“Kendati demikian, proses transformasi ini masih tersandung sejumlah hambatan struktural. Mulai dari keterbatasan infrastruktur, konektivitas internet yang belum stabil, rendahnya literasi digital serta finansial, hingga eskalasi persaingan usaha,” tambah Izzah dan Naiza.

Untuk mempertajam analisis, ketiganya membedah fenomena tersebut menggunakan kerangka teoretis multidisiplin, yakni Diffusion of Innovation Theory dari Rogers, Digital Divide Theory dari Norris, Empowerment Theory dari Friedmann, serta pendekatan Structural-Functionalism dari Parsons.

Selain itu, riset ini menyoroti peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen strategis pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Berdasarkan temuan studi, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi, yang pengelolaannya menuntut transparansi, efektivitas program, serta akuntabilitas kelembagaan yang matang agar kehadirannya bersinergi positif tanpa mengesampingkan eksistensi UMKM lokal yang telah lebih dulu tumbuh.

Keberhasilan pengerjaan riset hingga menembus panggung akademik global ini tak lepas dari pendampingan intensif bersama dosen pembimbing, Dr. Afriani Maifizar, M.Si.

“Bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan penelitian hingga menjadi paperyang siap dipresentasikan di forum akademik internasional. Potensi mahasiswa serta semangat mereka ini akan berdampak bagus untuk masa yang akan datang,” ungkap Afriani.

Apresiasi layak disematkan atas pencapaian Teuku Achmad Alfatir dan rekan-rekan. Kiprah mereka tidak hanya mengharumkan nama USK di kancah global, tetapi juga membuktikan kapasitas generasi muda dalam merumuskan riset berbasis persoalan empiris masyarakat untuk dibawa ke ruang dialog ilmiah tingkat dunia.

ya