31 Proposal Dosen UIN Ar-Raniry Ikuti Seleksi MoRA The AIR Funds 2026

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Sebanyak 31 proposal dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti seleksi MoRA The AIR Funds (Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds) tahun 2026.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya mencatat tujuh proposal.

Dari 31 proposal yang mengikuti seleksi, empat proposal telah melewati sejumlah tahapan hingga tahap offering. Keempat proposal tersebut diajukan oleh Prof. Mujiburrahman, Saifullah M. Yunus, Prof. Sri Rahmi, dan Teuku Zulyadi.

Prof. Mujiburrahman mengajukan proposal berjudul “Falsafah Negara dalam Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia dan Maroko”.

Sementara itu, Saifullah M. Yunus mengajukan proposal berjudul “Analisis Komparatif Regulasi dan Manajemen Wakaf Produktif di Arab Saudi dan Indonesia (Studi Analisis Wakaf Habib Bugak Asyi di Mekkah, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah)”.

Selanjutnya, Prof. Sri Rahmi mengajukan proposal berjudul “Model Manajemen Madrasah Berbasis Ekoteologi dalam Membentuk Karakter Eco-Friendly Muslim (Studi Multisitus pada Madrasah di Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara)”.

Adapun Teuku Zulyadi mengajukan proposal berjudul “SiPEKA: Pengembangan Sistem Penanganan Kasus Sosial Lintas Kementerian dan Lembaga Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Perlindungan Kelompok Rentan di Indonesia”.

Keempat proposal tersebut selanjutnya menunggu penetapan melalui Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry, Prof. Jasafat, mengatakan peningkatan partisipasi dosen dalam program tersebut menunjukkan semakin kuatnya perhatian terhadap pengembangan riset di lingkungan UIN Ar-Raniry.

“Peningkatan jumlah proposal ini menjadi indikator positif bahwa dosen semakin terdorong untuk berkompetisi dalam memperoleh pendanaan penelitian. LP2M akan terus mendukung dan memfasilitasi dosen agar mampu menghasilkan proposal dan penelitian yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, LP2M bersama Puslitpen akan terus memperkuat pembinaan dan pendampingan penelitian, sehingga peluang dosen untuk memperoleh pendanaan eksternal dapat semakin terbuka.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) UIN Ar-Raniry, Anton Widyanto, mengatakan peningkatan jumlah proposal turut didukung oleh kegiatan pelatihan dan pendampingan penulisan proposal yang diselenggarakan Puslitpen.

“Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Puslitpen, kami berupaya memperkuat kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian yang sesuai dengan ketentuan dan fokus program MoRA The AIR Funds,” ujarnya.

Peningkatan partisipasi dalam MoRA The AIR Funds diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang pendanaan penelitian bagi dosen sekaligus memperkuat ekosistem riset dan kontribusi akademik UIN Ar-Raniry. []

ya