LHOKSEUMAWE – Penanews.co.id – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Aceh menyiapkan layanan penukaran uang rupiah baru bagi masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Layanan tersebut tersedia di beberapa titik penukaran di Kota Lhokseumawe serta melalui kerja sama dengan sejumlah perbankan agar akses masyarakat semakin mudah.
Total uang yang disiapkan BI Lhokseumawe mencapai Rp2,3 triliun untuk wilayah kerjanya. Dana tersebut dialokasikan bagi sekitar 39.000 paket penukaran uang melalui sistem pendaftaran aplikasi PINTAR.
Informasi itu terungkap dalam pertemuan silaturahmi antara Anggota Komite I DPD RI asal Aceh, Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, dengan Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, pada Rabu (11/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor BI Lhokseumawe tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait kondisi ekonomi daerah, termasuk layanan penukaran uang rupiah menjelang Idulfitri serta langkah-langkah pengendalian inflasi.
Haji Uma menjelaskan bahwa momentum menjelang hari raya biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan uang pecahan baru yang lazim digunakan untuk tradisi berbagi kepada keluarga dan anak-anak.
“Dalam pertemuan silaturahmi dengan Kepala BI Lhokseumawe, kita membahas sejumlah hal terkait perkembangan kondisi daerah, khususnya layanan penukaran uang rupiah bagi masyarakat serta langkah pengendalian inflasi menjelang Idulfitri,” ujar Haji Uma.
Ia menilai layanan penukaran uang yang tertib, mudah diakses, dan merata sangat penting untuk membantu masyarakat sekaligus mencegah praktik penukaran uang oleh pihak tidak resmi yang sering mengenakan biaya tinggi.
Menurut penjelasan BI Lhokseumawe, layanan penukaran uang baru dilakukan melalui beberapa titik layanan di Kota Lhokseumawe serta didukung oleh jaringan perbankan yang ikut menyalurkan uang baru kepada masyarakat.
“Untuk penukaran uang rupiah baru, BI Lhokseumawe membuka akses layanan di beberapa titik dan bekerja sama dengan perbankan. Total yang disiapkan sebesar Rp2,3 triliun untuk sekitar 39.000 paket penukaran. Namun masyarakat perlu mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR,” jelasnya.
Selain membahas layanan penukaran uang, pertemuan tersebut juga menyinggung kondisi inflasi di Aceh yang dinilai masih relatif tinggi.
Menurut Haji Uma, dari penjelasan pihak BI diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi adalah dampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah sehingga mengganggu konektivitas dan distribusi barang.
Untuk mengendalikan inflasi, BI Lhokseumawe terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin oleh kepala daerah. Selain itu, BI juga mendorong percepatan digitalisasi daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk penyelenggaraan pasar murah dan pemberian subsidi biaya angkut komoditas dari luar provinsi bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Haji Uma.
Ia menilai sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
Haji Uma juga mengusulkan agar pemerintah melakukan kajian kebijakan terkait pemberian subsidi yang lebih merata bagi masyarakat sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi. Hal itu mengingat kegiatan pasar murah yang digelar bersama pemerintah daerah biasanya hanya menjangkau masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan.
Di akhir pertemuan, ia menyampaikan apresiasi atas langkah BI Lhokseumawe yang berupaya mempermudah akses masyarakat dalam menukarkan uang menjelang Idulfitri.
“Kita mengapresiasi upaya BI yang mempermudah akses penukaran uang bagi masyarakat, baik melalui layanan langsung maupun kerja sama dengan perbankan. Namun perlu sosialisasi lebih intensif agar masyarakat memahami bahwa pendaftaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR,” pungkasnya.[InfoPublik]
Direkomendasikan untuk anda baca ini juga 👇
Skip to content





