Serangan Iran Mengenai Dekat Fasilitas Nuklir Israel, Seratusan Orang Luka luka

by
Foto satelit dari Planet Labs Inc. tertanggal Senin (22/2/2021) ini menunjukkan konstruksi di Pusat Riset Nuklir Shimon Peres Negev tak jauh dari Dimona, Israel. Lokasi penuh kerahasiaan yang dicurigai sebagai lokasi pengembangan senjata nuklir itu tenga | Planet Labs Inc. via AP

TEHERAN – Penanews.co.id – Serangan rudal Iran telah menghantam kota Dimona di Israel selatan, dekat dengan fasilitas nuklir, dalam serang tersebut seratusan orang dinyatakan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat, sepuluh orang diantanya luka serius.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya kerusakan pada fasilitas penelitian nuklir yang terletak sekitar delapan mil (13 km) di luar Dimona.

Televisi pemerintah Iran mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas serangan yang dilaporkan terhadap fasilitas nuklir Natanz Iran pada Sabtu pagi. IAEA mengatakan “tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar lokasi” yang dilaporkan setelah insiden itu.

Rafael Grossi, direktur jenderal IAEA, mengatakan “pengekangan militer maksimal harus diperhatikan, khususnya di sekitar fasilitas nuklir”.

Layanan ambulans Israel mengatakan pihaknya merawat 40 orang setelah serangan di Dimona, termasuk 37 orang dengan luka ringan dan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dalam kondisi serius.

Disebutkan bahwa 68 orang lainnya sedang dirawat menyusul serangan terpisah di kota Arad terdekat, termasuk 47 orang dengan luka ringan dan 10 orang dalam kondisi serius.

“Ini adalah situasi yang sangat gawat,” kata teknisi medis darurat Yakir Talkar dalam sebuah pernyataan yang menggambarkan kejadian di Arad, dikutip dari BBC, Minggu (22/03/2026)

“banyak korban luka dengan berbagai tingkat cedera,” tambahnya.

Pihak berwenang Israel kini sedang menyelidiki bagaimana rudal-rudal tersebut bisa menembus sistem pertahanan udara.

“Baik di Dimona maupun Arad, rudal pencegat diluncurkan namun gagal mengenai sasaran, sehingga mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak seberat ratusan kilogram,” kata petugas pemadam kebakaran Israel.

Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev – yang terletak di gurun Negev – sering disebut secara informal sebagai “reaktor Dimona”. Tempat ini telah lama diakui sebagai tempat penyimpanan persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan.

Secara resmi, situs tersebut dikatakan hanya berfokus pada penelitian. Namun selama sekitar enam dekade, sudah menjadi rahasia umum bahwa Israel mengembangkan bom nuklir di sana, meskipun setiap pemerintahan yang berkuasa tetap bersikap ambigu mengenai hal ini.

Hal ini berarti Israel adalah satu-satunya kekuatan nuklir di Timur Tengah. Oleh karena itu, setiap indikasi bahwa Israel menjadi sasaran serangan nuklir ditanggapi dengan sangat serius oleh Israel.

Baik Israel maupun AS telah menetapkan penghapusan kemampuan Iran untuk mengembangkan bom nuklir sebagai tujuan utama perang.

Organisasi Energi Atom Iran sendiri (AEOI) menggambarkan serangan terhadap Natanz sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir, meskipun mereka mengatakan “tidak ada kebocoran bahan radioaktif” yang dilaporkan dan “tidak ada bahaya bagi penduduk di daerah sekitarnya”.

Natanz juga menjadi sasaran serangan gabungan AS-Israel pada hari-hari pertama perang, yang dimulai pada 28 Februari, serta selama perang 12 hari pada bulan Juni.

Ketika ditanya tentang Natanz pada hari Sabtu, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan kepada media Israel dan internasional bahwa mereka tidak mengetahui adanya serangan di daerah tersebut.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *