JAKARTA – Penanews.co.id – Pihak Partai Demokrat menyatakan bahwa kehadiran Anies Baswedan pada acara halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sabtu (21/03/2026), tidak masuk dalam daftar orang orang yang diundang resmi.
Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Renanda Bachtar. Meski demikian, bahwa SBY tetap membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkunjung.
“Tidak diundang, tapi siapapun yang datang diterima sebagaimana tamu yang datang ke rumah,” ujar Renanda saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).
Nanda memastikan tak ada pembicaraan khusus antara Anies dengan SBY maupun Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut dia, kehadiran Anies murni hanya silaturahmi.
Ia menambahkan, kehadiran Anies juga tak berkaitan dengan kontestasi Pilpres 2024 lalu.
“Tidak ada pembicaraan khusus kecuali saling mengucapkan Idulfitri,” ujar Renanda.
Kolega dekat Anies sekaligus Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid enggan merespons saat ditanya soal undangan halalbihalal. Namun, dia menilai silaturahmi lebaran tersebut sebagai tradisi luhur.
Dia menyadari, pertemuan antartokoh politik bisa memunculkan beragam tafsir. Kendati demikian, dia menegaskan pertemuan Anies hanya silaturahmi.
“Kita juga memahami, dalam politik, setiap pertemuan tentu memiliki makna dan menimbulkan tafsir. Namun, pertemuan di atas harus dimaknai sebagai momentum silaturahmi Lebaran sesama tokoh bangsa,” ucapnya.
Hubungan Anies dan Demokrat, terutama dengan AHY dan SBY sempat menjadi sorotan usai Pilpres 2024. Terlebih, setelah Anies-AHY gagal maju berpasangan.
Kala itu, menjelang akhir pendaftaran, Anies justru maju bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Sejumlah politikus Partai Demokrat kemudian melayangkan kritik keras kepada Anies dan mengungkapkan kekecewaannya.
“Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol, juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” ujar Sekjen Demokrat kala itu, Teuku Riefky Harsya.[]
Sumber CNN Indonesia
Skip to content





