Asuhan di ‘Daycare’ ini bagai Neraka: Polisi Temukan Sejumlah Balita Terikat di Lantai tanpa Pakaian dan Kelaparan

by
Asuhan di 'Daycare' ini bagai Neraka: Polisi Temukan Sejumlah Balita Terikat di Lantai tanpa Pakaian dan Kelaparan | Foto Instagram batanghelp

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kedok di balik aktivitas harian tempat penitipan anak “Daycare Little Aresha” kini resmi terkuak ke publik. Institusi yang selama ini tampak normal tersebut ternyata menyimpan rahasia kelam yang selama ini tersembunyi rapat dari pengawasan luar.

Tempat asuhan yang seharusnya sebagai tempat bernaung yang nyaman dan mendukung perkembangan balita ini nyatanya menjadi panggung tindakan kekerasan yang menyayat hati. Alih-alih mendapatkan kasih sayang, anak-anak di sana justru berubah jadi neraka.

Rantai kekejaman tersebut akhirnya berhasil diputus oleh jajaran Polresta Yogyakarta melalui tindakan tegas. Pihak kepolisian melakukan operasi penggerebekan secara menyeluruh pada hari Jumat (24/4/2026), sekaligus mengakhiri penderitaan para korban di fasilitas tersebut.

Kronologi Penggerebekan, Laporan dari “Orang Dalam”

Kekejaman di Daycare Little Aresha terkuat dari unggahan Instagram @bakomnet yang melaporkan, kejahatan sistematis ini mulai terendus berkat keberanian seorang karyawan baru di fasilitas tersebut.

Merasa ada yang tidak beres dengan metode pengasuhan yang diterapkan, ia melaporkan kecurigaannya kepada pihak berwajib.

Saat petugas memasuki lokasi di kawasan Sorosutan, mereka disambut pemandangan yang menyayat hati. Sejumlah balita ditemukan tergeletak di lantai tanpa pakaian dan bantal, dengan kondisi tangan dan kaki terikat.

Fakta Miris, Kekerasan Fisik dan Eksploitasi

Berdasarkan data investigasi awal, skala kekejaman di daycare ini mencakup angka yang fantastis:

• Total Korban: Tercatat sebanyak 103 anak.

• Kekerasan Fisik: 53 anak ditemukan dengan luka lebam di sekujur tubuh.

• Penelantaran Nutrisi: Diduga kuat pengasuh mengonsumsi jatah makanan milik anak-anak, sehingga korban sering pulang dalam kondisi kelaparan hebat.

Izin Ilegal dan Tangis Histeris Orang Tua

Selain tindakan kekerasan, polisi mengonfirmasi bahwa ‘Daycare Little Aresha’ beroperasi tanpa izin resmi alias ilegal.

Ketidakjelasan payung hukum ini membuat pengawasan dari dinas terkait menjadi nihil selama ini.

Khairunisa, salah satu ibu korban, menceritakan momen mengerikan saat ia hendak menjemput bayinya yang berusia 1,5 tahun. Ia justru mendapati polisi tengah mengamankan lokasi.

“Saya hancur melihat anak saya diperlakukan tidak manusiawi di dalam sana. Pantas saja selama ini dia selalu kelaparan saat pulang,” ungkapnya dengan nada bergetar, seperti dikutip dari priangantimurnews, Minggu (26/04/2026)

Hingga Sabtu (25/4/2026), puluhan orang tua korban telah mendatangi Polresta Yogyakarta. Mereka menuntut agar pemilik dan seluruh pengasuh yang terlibat dijatuhi hukuman penjara seberat-beratnya sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

Tips bagi Orang Tua dalam Memilih Daycare:

1. Cek Legalitas: Pastikan daycare memiliki izin dari Dinas Pendidikan atau Dinas Sosial setempat.

2. Akses CCTV: Pilihlah fasilitas yang memberikan akses pemantauan CCTV secara real-time kepada orang tua.

3. Rasio Pengasuh: Pastikan jumlah pengasuh sebanding dengan jumlah anak agar pengawasan tetap optimal.

Tragedi Little Aresha menjadi pengingat keras bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga non-formal.

Tidak ada toleransi bagi siapapun yang merampas hak dasar dan keamanan anak-anak di bawah dalih pelayanan jasa.[]

ya