Gubernur Cantik Sherly Tertawa Dengar Pejabat PPPK Kementerian PU Minta ini – Kerja Sampai Pagi ?

by
Gubernur Sherly Tjoanda sampai Tak Kuasa Menahan Tawa saat Dengar Permintaan Pejabat KemenPU di Proyek Sekolah Rakyat Sherly Tjoanda Gubernur Malut | Foto YouTube

SOFIFI – Penanews.co.id – Dalam rangka mendukung percepatan program nasional, Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, melakukan kunjungan kerja ke Halmahera Barat untuk memantau progres proyek pembangunan Sekolah Rakyat Rioribati. Menariknya, agenda peninjauan ini sempat diwarnai kejadian unik yang memancing tawa Sherly Tjoanda.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemprov dalam mengawasi infrastruktur pendidikan di Malut. Dalam kunjungannya Sherly Tjoanda didampingi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS), KemenPU, Peter Paul John Nanlohy.

Peter banyak menerangkan terkait progres pengerjaan Sekolah Rakyat Rioribati dan apa saja yang diperlukan agar proyek tersebut cepat selesai.

Selain itu, Peter juga menerima masukan dari Gubernur cantik itu, misalnya ketika Gubernur Malut menyarankan agar membangun tribun di lapangan sekolah sehingga bisa menjadi tempat penonton saat ada perlombaan.

Kemudian Sherly Tjoanda memastikan apakah di bulan Juni sudah mulai masuk dalam pengerjaan interior sekolah.

“Berarti Juni sudah bisa masuk pengerjaan apa, interior sipilnya?” tanya Sherly Tjoanda, seperti dilansir dari tvOnenews.com.

Peter kemudian menjelaskan dengan yakin bahwa proyek Sekolah Rakyat ini akan selesai sepenuhnya pada tanggal 20 Juni 2026.

“Kita adendum percepatan kontrak bahwa 20 Juni sudah selesai Bu,” terang Peter.

Sherly Tjoanda nampak terkejut mendengar pernyataan Pejabat KemenPU tersebut karena mengingat waktunya yang cukup mepet.

Uniknya, Peter bukan meminta dukungan anggaran atau tenaga, melainkan doa Sherly Tjoanda agar proyek agar proyek Sekolah Rakyat bisa selesai di bulan Juni ini.

“Maka itu Ibu butuh doa, butuh doa dari Ibu,” kata Peter. Mendengar permintaan PPK DJPS KemenPU tersebut, Sherly Tjoanda tak kuasa menahan tawanya.

“Itu yang kita pegang terus Ibu,” ujar Peter.

“Doa?” tanya Sherly Tjoanda.

Reaksi Sherly Tjoanda tersebut sangat wajar karena memang waktu yang tersisa untuk pengerjaan Sekolah Rakyat tinggal kurang lebih sebulan lagi sementara pihak KemenPU yakin bisa selesai dengan bantuan doa dari Gubernur Malut.

Bukan meminta bantuan fisik ataupun anggaran, ternyata yang diminta adalah bantuan doa dari Sherly Tjoanda.

“Kadang-kadang kita butuh mukjizat,” ujar Peter.

Sherly Tjoanda pun mendoakan agar proyek Sekolah Rakyat bisa selesai tepat waktu.

“Oke, mudah-mudahan selesai,” kata Sherly Tjoanda.

“Itu 20 Juni sudah adendum?” lanjutnya.

Peter menjelaskan bahwa seluruh proyek pengerjaan Sekolah Rakyat se-Indonesia harus selesai pada 20 Juni 2026.

“Sudah Bu, kita udah bikin adendum, jadi wajib seluruh Indonesia SR-nya harus selesai 20 Juni,” terang Peter.

Untuk mengejar penyelesaian proyek tersebut, maka pengerjaannya dilakukan dengan sistem kerja 3 shift sampai malam.

“Oh ini berarti kerja sampai malam? Tiga shift?

Sampai pagi?” tanya Sherly Tjoanda.

“Iya,” jawab Peter.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Maluku Utara diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di daerah tersebut yang secara tidak langsung juga akan mendorong perekonomian.

Sherly Tjoanda sangat mendukung keberadaan Sekolah Rakyat yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo.[]

ya