BIREUEN – Penanews.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bireuen terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pelatihan petugas yang kini memasuki hari kedua, berlangsung di Hotel Bireuen Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat gelombang, mulai tanggal 2 hingga 13 Juni 2026, dan menjadi tahap krusial untuk memastikan seluruh petugas memiliki kompetensi dan standar kerja yang sama sebelum turun ke lapangan.
Di sela-sela kegiatan pelatihan, awak media berkesempatan mewawancarai langsung Kepala BPS Kabupaten Bireuen, Ir. Maimun, terkait kesiapan sumber daya manusia serta strategi pendataan yang akan diterapkan dalam sensus ekonomi terbesar di Indonesia tersebut.
Menurut Ir. Maimun, BPS Bireuen telah menyiapkan 445 petugas, terdiri atas 389 petugas pencacah lapangan (door to door) dan 56 petugas pemeriksa lapangan. Seluruh personel akan disebar ke 17 kecamatan guna menjangkau seluruh aktivitas usaha yang menjadi objek pendataan.
“Penempatan petugas dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Kami memperhitungkan jumlah unit usaha, karakteristik wilayah, dan tingkat beban kerja di masing-masing kecamatan agar proses pendataan berlangsung efektif serta menghasilkan data yang akurat,” ujar Ir. Maimun.
Berdasarkan data yang diperoleh, Kecamatan Peusangan menjadi wilayah dengan jumlah petugas terbanyak, yakni 51 orang, disusul Kota Juang 41 orang dan Jeumpa 35 orang. Adapun rincian jumlah petugas di setiap kecamatan meliputi: Samalanga 26 orang, Simpang Mamplam 26 orang, Pandrah 11 orang, Jeunieb 26 orang, Peulimbang 14 orang, Peudada 29 orang, Juli 31 orang, Kuala 20 orang, Jangka 32 orang, Peusangan Selatan 17 orang, Peusangan Siblah Krueng 15 orang, Makmur 20 orang, Ganda Pura 26 orang, serta Kuta Blang 25 orang.
Untuk menjamin efektivitas pelatihan, peserta dibagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama diikuti 124 peserta, gelombang kedua 125 peserta, sedangkan gelombang ketiga dan keempat masing-masing berjumlah 98 peserta.
Selama pelatihan, para petugas dibekali pemahaman mengenai konsep dan definisi Sensus Ekonomi 2026, teknik wawancara, tata cara pengisian instrumen pendataan, penggunaan aplikasi digital, hingga mekanisme pengawasan dan pengendalian mutu data.
Ir. Maimun menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor utama yang menentukan kualitas kebijakan yang akan dihasilkan pemerintah di masa mendatang.
“Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu kami menekankan profesionalisme, integritas, dan ketelitian kepada seluruh petugas. Hasil sensus ini akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi ke depan,” katanya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang bertujuan memotret secara menyeluruh struktur dan aktivitas usaha di Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, evaluasi program ekonomi, serta pengambilan keputusan strategis di tingkat pusat maupun daerah.
Bagi Kabupaten Bireuen, hasil sensus diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi ekonomi daerah, perkembangan sektor usaha, serta peluang pengembangan ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan ratusan petugas yang telah dipersiapkan secara matang, BPS Kabupaten Bireuen optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.[]






