BANDA ACEH – Penanews.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tidak mengendurkan taringnya. Daftar kepala daerah yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK sepanjang tahun 2026 kembali bertambah. Kasus terbaru menyeret Bupati Muara Enim, Edison, yang terjaring operasi senyap pada Senin (8/6/2026).
Penangkapan Edison ini menggenapi angka enam kepala daerah yang berhasil diringkus lembaga antirasuah tersebut dalam kurun waktu enam bulan pertama di tahun ini.
Berikut adalah rekam jejak ringkas para kepala daerah yang terciduk KPK sepanjang tahun 2026 beserta tanggal penangkapannya dirangkum dari Kompas.com.
1. Wali Kota Madiun Maidi
Pada 19 Januari 2026, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT di Jawa Timur.
Maidi tak sendiri, ada sembilan orang yang juga di bawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan korupsi yang dilakukan Maidi berkait dengan pemerasan bermodus imbalan proyek, penyalahgunaan Cdana CSR dan gratifikasi.
Status tersangka diumumkan KPK sehari setelah OTT terjadi.
2. Bupati Pati Sudewo
Pada hari yang sama, Bupati Pati Sudewo juga terjaring KPK.
Ia terjerat kasus pengisian jabatan kepala urusan, kepala seksi dan sekretaris desa.
Setelah hampir diperiksa selama 24 jam, Sudewo ditetapkan sebagai tersangka.
3. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Dua bulan berselang, tepatnya 3 Maret 2026 KPK kembali menangkap kepala daerah di Daerah Jawa Timur.
Kali ini Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang ditangkap saat melancarkan aksi korpsinya di Pekalingan.
Fadia terlibat kasus korupsi pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya dan proyek lainnya di Pemkab Pekalongan untuk tahun anggaran 2023-2026.
4. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Sepuluh hari.kemudian, tepatnya tanggal 13 Maret 2026 KPK kembali menunjukkan taringnya dengan melakukan OTT kepala daerah masih kawasan Jawa.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menjadi nama yang menambah daftar kepala daerah korupsi pada 2026.
Auliya ditangkap atas korupsi penerimaan dalam pengurusan proyek di Pemkab Cilacap.
Dia tak sendiri, KPK juga menangkap rombongan 7 orang Pemkab Cilacap, ASN, dan pihak swasta dalam kasus ini.
5. Bupati Tulungagung Gatut Sunu
Setelah Cilacap, KPK bergeser ke Tulungagung jadi tempat operasi yang ke lima.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo diseret dan ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (11/4/2026).
Ia disebut melakukan pemerasan kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lewat surat perjanjian.
Gatut Sunu juga mendapat uang pemerasan ini dari para kepala OPD.
6. Bupati Muara Enim Edison
Setelah kekosongan tangkapan pada Mei, KPK kembali beraksi menangkap kepala daerah pada Juni 2026.
Bupati Muara Enim Edison ditangkap bersama sepuluh orang lainnya untuk digondol ke Jakarta.
Edison disebut terlibat dugaan suap pengadaan di Pemkab Muara Enim.[]





