2 Lurah ini Diarak dan Diamuk Warga usai Digrebek Sedang Pesta Miras dengan Wanita Cantik di Kantor Kelurahan

by -134 Views


KENDARI — Penanews.co.id – Penggerebekan dua oknum lurah yang diduga tengah asyik berpesta minuman keras (miras) bersama dua wanita muda di Kantor Kelurahan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berbuntut panjang. Pasalnya, polisi menemukan fakta mengejutkan lain di dalam area kantor pemerintahan tersebut.

Saat melakukan penyisiran di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan sebuah ruangan khusus yang disulap layaknya kamar pribadi, lengkap dengan fasilitas kasur dan ranjang.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya temuan fasilitas tidur tersebut di dalam fasilitas publik milik pemerintah daerah.

“Di dalam ruangan ada sebuah kamar yang dilengkapi dengan ranjang dan kasur,” ujar AKP Welliwanto Malau.

Penemuan itu terjadi setelah polisi mendatangi Kantor Kelurahan Poasia pada Jumat (12/6/2026) malam.

Sebelumnya, Kantor Kelurahan Poasia, Kota Kendari, lebih dulu digerebek warga yang mengaku geram dengan aktivitas dua pejabat lurah bersama dua wanita muda di dalam kantor.

Situasi sempat memanas. Warga mengepung area kantor kelurahan dan berusaha menghentikan dua pejabat tersebut ketika hendak meninggalkan lokasi.

Di lokasi sempat diwarnai aksi dramatis. Dua oknum lurah yang diduga terlibat dilaporkan sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya dievakuasi oleh pihak kepolisian.

Dua lurah yang diamankan masing-masing berinisial ZM, yang menjabat sebagai Lurah Poasia, serta RAK yang merupakan Lurah Talia.

Konfirmasi mengenai penangkapan ini juga dibenarkan oleh atasan langsung kedua pelaku, yakni Camat Abeli, Rahmat.

Saat dihubungi media, Rahmat membenarkan bahwa kedua bawahannya itu kini sudah berada di kantor polisi.

“Sudah di polres (markas kepolisian resort kota),” katanya kepada wartawan TribunnewsSultra.com saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Messenger, Sabtu (12/6/2026).

Selain dua lurah tersebut, polisi juga membawa dua wanita muda yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung.

“Iya benar, Lurah Talia dan Lurah Poasia beserta dua wanita muda sudah kami amankan,” jelas AKP Welliwanto.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kantor Kelurahan Poasia tampak dalam kondisi gelap saat petugas tiba.

Bangunan bercat biru dan putih itu memiliki halaman yang cukup luas. Polisi kemudian membuka kantor yang sebelumnya tertutup rapat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

AKP Welliwanto menjelaskan, pihaknya bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Ada laporan warga sama tim Buser77 bersama Intelkam dan Intelmob (Intelijen Mobile) di salah satu kantor lurah di Kota Kendari,” ujarnya.

“Dua lurah kami amankan karena laporan warga berduaan bersama dua perempuan juga di kantor kelurahan tersebut,” lanjutnya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk menelusuri identitas dua wanita yang turut diamankan bersama kedua oknum lurah.

Polisi juga menyelidiki informasi yang beredar mengenai dugaan bahwa kedua wanita tersebut diperkenalkan melalui aplikasi tertentu.

“Lagi kita dalami, informasinya melalui aplikasi hijau,” kata AKP Welliwanto.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polresta Kendari untuk memastikan seluruh fakta dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat,” pungkasnya []

Sumber Tribungorontalo.com

ya