Nyatakan Sikap, BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Politik Praktis

by -124 Views
Konpers BEM Bersatu | Foto Adrial/detikcom

JAKARTA – Penanews.co.id — Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu secara tegas menolak segala bentuk gerakan mahasiswa yang ditunggangi oleh kepentingan politik praktis. Mereka menegaskan bahwa marwah gerakan mahasiswa seharusnya murni menyuarakan aspirasi rakyat, bukan menjadi alat bagi elite politik untuk merebut kekuasaa

​Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh perwakilan BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6).

“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” ujar Rahmat, dilansir detik.com.

Selain itu, BEM Bersatu juga mengkritik sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini yang dinilai mulai kehilangan arah. Menurut mereka, banyak aksi yang digelar tanpa didasari oleh kajian yang matang serta argumentasi yang kuat, sehingga prioritas isu yang diangkat pun patut dipertanyakan.

“Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis, yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat, justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan,” ucapnya.

BEM Bersatu juga menuduh salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, dekat dengan jaringan politik tertentu. Rahmat menyebut ada kaitan antara Tiyo dan salah satu purnawirawan TNI.

“Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi,” ujar Rahmat.

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung, 18 Juni 2026, bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati,” sebutnya.

Lebih lanjut, mereka juga menolak narasi adanya krisis yang tidak berbasis data utuh karena mengalihkan fokus publik. Mereka juga menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar, sebagaimana yang telah diklarifikasi oleh sejumlah BEM.

“BEM Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik,” tambahnya.

Untuk itu, mereka menyatakan sejumlah tuntutan, yaitu:

1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.

3. Mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Berikut daftar nama BEM Bersatu yang hadir dalam konferensi pers tersebut:

– Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
– Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
– Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
– Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
– Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
– Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
– Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
– Dicky (BEM F.IPS Unindra)
– Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
– Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI).[]

ya