Program edukasi konservasi kenalkan ragam hewan endemik dan terancam punah, sekaligus bekali siswa dengan langkah nyata menjaga kelestariannya
PIDIE JAYA — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 87 Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar program edukasi lingkungan bertajuk “Pengenalan Hewan Endemik dan Terancam Punah di Indonesia” bagi siswa SD Negeri 2 Bandar Dua, Gampong Jeulanga Barat, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada 16 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa kelas III-V dan bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan hayati Indonesia sekaligus kesadaran nyata akan pentingnya pelestarian satwa endemik.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dengan ratusan spesies hewan endemik yang hanya dapat ditemukan di wilayah Nusantara, seperti Orang Hutan, Komodo, Beruang madu, Merak, Harimau sumatera, Badak Sumatera, Bekantan, Gaah sumatera, Burung cendrawasih dan macan tutul.
Sayangnya, sebagian besar satwa tersebut kini berstatus rentan hingga kritis akibat perusakan habitat, alih fungsi hutan, perburuan liar, dan perdagangan satwa ilegal, sehingga populasinya terus menyusut dari tahun ke tahun.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN mengemas materi secara bertahap: mengenalkan ragam satwa endemik beserta ciri khas dan habitat aslinya, memaparkan status konservasi serta ancaman kepunahan yang mereka hadapi, hingga menjelaskan dampak hilangnya satu spesies terhadap keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Penyampaian dilakukan melalui pemaparan bergambar dan diskusi dua arah agar siswa tidak hanya menghafal nama satwa, tetapi juga memahami keterkaitan antara satwa, habitat, dan kehidupan manusia.
Yang membedakan program ini adalah penekanannya pada aksi nyata di penghujung sesi. Mahasiswa KKN secara khusus mengajak siswa memahami cara-cara sederhana yang dapat mereka terapkan sehari-hari untuk turut menjaga kelestarian hewan endemik, di antaranya tidak memburu, menangkap, atau memelihara satwa liar secara sembarangan; ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan seperti hutan, sungai, dan lahan basah sebagai habitat alami satwa; tidak membeli atau mendukung peredaran produk dari satwa liar yang dilindungi; serta membiasakan diri menyebarkan kepedulian terhadap pelestarian satwa kepada keluarga dan teman sebaya. Dengan demikian, materi yang diterima siswa diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan tumbuh menjadi sikap dan kebiasaan yang berkelanjutan.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal nama-nama hewan endemik, tetapi juga memahami bahwa kelestarian satwa tersebut bergantung pada kepedulian mereka sejak sekarang. Hal-hal sederhana seperti tidak merusak habitat alam dan tidak sembarangan menangkap satwa liar sudah menjadi langkah besar bagi upaya pelestarian, “tegasnya Yayang Putri Walency,Penanggung Jawab Program, Kelompok KKN Reguler 87 USK
Pihak SD Negeri 2 Bandar Dua menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik.
“Edukasi tentang satwa endemik dan cara pelestariannya sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap kekayaan alam Indonesia. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan ditindaklanjuti dalam kegiatan belajar di sekolah.”
Hj.Nurul Aini, S.Pd Kepala Sekolah/Perwakilan SD Negeri 2 Bandar Dua mengatakan Program “Pengenalan Hewan Endemik dan Terancam Punah di Indonesia” merupakan bagian dari rangkaian program kerja Kelompok KKN Reguler 87 Universitas Syiah Kuala di Gampong Jeulanga Barat, yang secara umum berfokus pada pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial-budaya.
“Mahasiswa berharap kepedulian terhadap satwa endemik yang ditanamkan melalui program ini dapat terus tumbuh dan diwariskan, sehingga turut melahirkan generasi muda yang peduli lingkungan dan berkontribusi menjaga kekayaan hayati Indonesia agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” tutur Nurul.
Tentang Kelompok KKN Reguler 87 Universitas Syiah Kuala
Kelompok KKN Reguler 87 Universitas Syiah Kuala merupakan kelompok mahasiswa lintas program studi yang ditempatkan di Gampong Jeulanga Barat, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dalam rangka Kuliah Kerja Nyata periode XXI.
Kelompok ini menjalankan sejumlah program kerja di bidang pendidikan, hukum, lingkungan, kesehatan, dan sosial-budaya sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.







