Terlibat Skandal Uang Demo Rp20 Juta, Eks Ketua BEM FH UBK Resmi Dinonaktifkan

by
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), M. Abdimaludin. | Foto Istimewa

JAKARTA – Penanews.co.id — Pihak Universitas Bung Karno (UBK) resmi menjatuhkan sanksi skorsing kepada mantan Ketua BEM Fakultas Hukum, M. Abdimaludin. Sanksi ini buntut dari dugaan skandal penerimaan dana sebesar Rp20 juta saat aksi demonstrasi pada 15 Juni 2026.

Keputusan tegas tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Dekan FH UBK Nomor 091/DEKAN-FH UBK/VII/2026. Saat dikonfirmasi, Abdimaludin membenarkan bahwa dirinya dikenakan sanksi akademik berupa skorsing selama dua semester.

“Iya, untuk perkara kemarin saya dijatuhi sanksi lama 2 semester,” kata Abdimaludin kepada Liputan6.com, Kamis (6/8/2026).

Dia menilai, sanksi yang dijatuhkan kampus sudah adil dan sesuai. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan kewenangan kampus yang mesti dihormati.

Abdimaludin yakin, sanksi yang diberikan sudah dipertimbangkan dengan matang, demi menjaga nama baik kampus.

“Saya sangat menghormati menghormati dan menerimalah dengan lapang dada dan ikhlas,” jelas dia.

Abdimaludin menjelaskan, selain dirinya, ada empat mahasiswa lain yang juga dikenai sanksi, yaitu Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Wakil Ketua BEM FEB, Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum (FH), serta salah seorang kepala bidang.

Berbeda dengan Abdi, keempatnya masing-masing dijatuhi skorsing selama satu semester oleh pihak kampus.

Uang Rp 20 Juta

Abdimaludin kembali menceritakan soal pembagian uang Rp 20 juta yang menjadi sorotan. Ia menegaskan, nominal yang beredar di publik sesuai dengan keterangan yang telah disampaikannya dalam kepada pihak kampus.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan kepada kawan-kawan media dan di persidangan kemarin, masing-masing menerima Rp 2,5 juta,” jelas dia.

Menurut pengakuannya, uang Rp 20 juta yang diterimanya dibagikan ke sejumlah pengurus BEM, yang kini telah di sanksi. Selain itu, terdapat dua senior yang juga menerima uang tersebut masing-masing Rp 2,5 juta.

Meski telah dijatuhi sanksi akademik, Abdi mengaku pihak kampus tidak pernah membahas maupun meminta pengembalian uang yang diteruma sebelumnya. Ia juga mengatakan dirinya tidak mengetahui, apakah dua senior yang turut menerima bagian juga dikenai sanksi atau tidak.[]

Sumber Liputan6

ya