Kasatpol PP Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Anak Buah, Dinding Ketakutan di Internal Satpol Meledak

by
Ilustrasi Kasatpol PP lakukan Pelecehan Seksual

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Suasana di lingkungan Kantor Satpol PP Kabupaten Tangerang mendadak mencekam dan diselimuti ketegangan mendalam. Kabar destruktif berembus kencang dari balik dinding-dinding kekuasaan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriatna, diduga kuat telah melakukan aksi pelecehan seksual yang melukai kehormatan salah seorang anak buahnya sendiri.

Keheningan institusi itu seketika pecah oleh gerakan perlawanan senyap. Sejumlah pegawai yang tak lagi sanggup membendung amarah dan rasa iba mulai merapatkan barisan.

Tanpa suara, mereka membentangkan poster-poster perlawanan di berbagai sudut ruangan dan menempelkannya tepat di pintu-pintu kantor, sebuah tamparan keras bagi tirani yang mencoba bungkam.

Aksi berani ini menjadi simbol pecahnya dinding ketakutan di internal Satpol PP. Seorang ASN yang menyaksikan gelombang keberanian tersebut, mengonfirmasi dengan nada tegas bahwa gerakan ini adalah benteng pertahanan terakhir demi membela martabat rekan mereka yang terluka.

Dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Komandan Satuan Pamong Praja itu kini tengah ditangani Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang.

Melansir metrotvnews.com, pSelasa (22/09/2026), Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang Beni Rachmat membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memanggil Ana Supriatna untuk memberikan keterangan terkait perkara yang tengah diproses.

“Saat ini sedang dalam proses penanganan. Terhadap yang bersangkutan, nanti akan dilakukan pemanggilan,” ujar Beni, Senin, 21 September 2026.

Beni mengatakan kondisi korban saat ini sudah membaik. Korban juga telah kembali menjalankan aktivitas pekerjaannya.

“Untuk korban masih baik-baik saja, masih melaksanakan kegiatan bekerjanya,” ucap Beni.

Mengenai kemungkinan sanksi terhadap Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Beni belum dapat memberikan kepastian. Keputusan terkait hal tersebut masih menunggu proses pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan BKPSDM.

“Ini masih dalam proses. Keputusannya belum ada, kita masih dalam proses penanganan,” kata Beni.

Di tengah penanganan dugaan kasus tersebut, sejumlah pegawai di lingkungan Satpol PP Kabupaten Tangerang memasang poster berisi pesan solidaritas terhadap korban. Poster bertuliskan “I Stand With the Victims Against Sexual Assaults” terlihat di sejumlah pintu ruangan kantor Satpol PP Kabupaten Tangerang.

Beni menyebut pemasangan poster tersebut menjadi bentuk dukungan dari pegawai terhadap korban.

“Ini merupakan bentuk solidaritas pegawai terhadap korban,” ungkap Beni.

Proses penanganan dugaan pelecehan seksual tersebut masih berlangsung di BKPSDM Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah belum menetapkan keputusan terkait sanksi terhadap pihak yang dilaporkan.[]

ya