PT Agincourt Resources Bagikan Pengalaman Industri Pertambangan Kepada Mahasiswa Teknik Geologi USK

by

BANDA ACEH — Penanews.co.id – Peran geologist memiliki posisi penting dalam industri pertambangan, khususnya dalam kegiatan eksplorasi hingga pengelolaan sumber daya mineral.

Topik tersebut diangkat dalam kuliah tamu “Peran Geologist dalam Industri Pertambangan” yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) bersama HImpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) USK, Rabu (16/09/2026).

Kegiatan kuliah tamu ini dilakukan di Balai Keurukon, Fakultas Teknik USK, menghadirkan Hafidz Buyyana Fitra, Mine Geologist dari PT Agincourt Resources, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas di Sumatera Utara, Indonesia. Beliau membagikan wawasan dan pengalaman profesionalnya kepada mahasiswa Teknik Geologi mengenai dunia kerja geologi di industri pertambangan atau sebagai Mine Geologist.

Kuliah Tamu ini disambut oleh jajaran akademik Fakultas Teknik USK meliputi Wakil Dekan Akademik Fakultas Teknik USK yaitu Prof. Dr. Ir. Roslidar, S.T., M.Sc., IPM ASEAN Eng, Koordinator Program Studi Teknik Geologi Dr. Ibnu Rusydy, S.Si., M.Sc, berharap lulusan teknik geologi nantinya dapat berkarir dan mengembangkan keahliannya secara lebih komprehensif dan sesuai minat di bidang pertambangan.

Di sisi lain, menjadi cerminan pengembangan kurikulum kampus dengan adanya perbaruan informasi dari dunia kerja.

Kehadiran praktisi industri dalam Kuliah Tamu menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai penerapan ilmu geologi di lapangan. Materi yang disampaikan juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan dalam berbagai tahapan kegiatan pertambangan.

Di Kesempatan Kuliah Tamu ini, peserta diterangkan bahwa perjalanan menjadi seorang geologist membutuhkan perpaduan antara pengetahuan akademik, keterampilan teknis, pengalaman lapangan, serta kemampuan untuk terus belajar mengikuti perkembangan industri.

Peran seorang geologist dalam industri pertambangan adalah melakukan pemetaan geologi, data eksplorasi, interpretasi kondisi bawah permukaan, pengambilan keputusan teknis, serta koordinasi dengan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Pemahaman terhadap kondisi geologi menjadi salah satu dasar untuk mendukung kegiatan pertambangan yang dilakukan secara terukur. Karena itu, seorang geologist dituntut memiliki kemampuan teknis sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri. Beberapa saran yang dibutuhkan seorang geologist yang berkiprah di bidang industri pertambangan antara lain: kemampuan dan kondisi tubuh yang mumpuni untuk berkegiatan lapangan, perkaya pengalaman di lapangan dan jeli dengan informasi geologi di lapangan, familiar dengan aplikasi pemetaan ataupun aplikasi lunak pertambangan seperti Leapfrog 3D, Mapinfo, Surpac dan Micromine, hingga sertifikasi pendukung yang layak seperti K3, database, dan pengelolaan limbah tambang/acid mine drainage (AMD) dan sebagainya.

Dalam industri pertambangan, seorang Mine Geologist ternyata mampu menjadi tonggak dalam penentu kebijakan majemen pertambangan. Pengetahuannya yang luas di bidang geologi dan pertambangan menjadi bagian penting dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan sumber daya. Bahkan seorang geologist mampu masuk dalam ranah yang lebih jauh dalam bidang pertambangan misalnya di lingkup produksi sebagai mineralogist , metalurgist hingga di proses pasca tambang sebagai enviromentalist.

Interaksi antara mahasiswa dan praktisi membuka ruang diskusi mengenai tantangan yang dihadapi geologist ketika bekerja di lapangan. Kondisi medan, tuntutan ketelitian dalam pengambilan dan interpretasi data, serta kebutuhan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi geologi merupakan bagian dari dinamika profesi di industri pertambangan.

Industri pertambangan mineral membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Bagi mahasiswa Teknik Geologi FT USK, kehadiran Hafidz Buyyana Fitra sebagai narasumber menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat profesi geologist di industri pertambangan khususnya emas sekaligus memperoleh gambaran mengenai tantangan dan peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

ya