TAPAK TUAN – Penanews.co.id – Bencana banjir yang melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan telah memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengambil langkah serius. Status tanggap darurat bencana banjir resmi ditetapkan selama 14 hari sebagai bentuk respons terhadap kondisi yang mengancam wilayah tersebut.
Keputusan penting itu diambil langsung oleh Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, setelah turun meninjau sejumlah titik banjir sekaligus mencermati laporan kejadian dari kawasan terdampak.
Mirwan menegaskan, penetapan status tanggap darurat bukan keputusan tanpa pertimbangan. Pemerintah daerah telah melakukan peninjauan lapangan dan mengumpulkan berbagai informasi sebelum menetapkan langkah penanganan bencana.
“Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” kata Mirwan MS, Sabtu (31/10/2026).
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan melaporkan sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, terpaksa mengungsi akibat banjir.
Banjir merendam kedua desa tersebut dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 60 sentimeter. Warga terdampak mengungsi ke Kompi Brimob dan rumah kerabat untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.
Mirwan menegaskan, penetapan status tanggap darurat selama 14 hari menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus mempercepat penanganan dampak banjir. Perhatian khusus diarahkan kepada warga yang hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.
Mengantisipasi kemungkinan terburuk, Bupati Aceh Selatan itu telah menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana agar meningkatkan kesiapsiagaan. Ancaman banjir susulan menjadi perhatian serius, terutama jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.
Seluruh unsur terkait juga diminta tidak lengah memantau perkembangan debit air sungai. Kawasan yang berpotensi mengalami luapan akibat tingginya curah hujan harus mendapat pengawasan ekstra guna mencegah dampak yang lebih luas.
Di tengah situasi darurat tersebut, Mirwan turut menyerukan kepada masyarakat, baik warga terdampak maupun yang bermukim di daerah rawan bencana, agar tetap tenang dan tidak mengabaikan kewaspadaan.
Ia mengingatkan, kepanikan justru dapat memperburuk keadaan. Masyarakat diminta tidak melakukan aksi borong kebutuhan pokok atau panic buying yang berpotensi merugikan banyak pihak di tengah bencana.
“Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli kebutuhan yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini,” ujar Mirwan.
Di tengah kepungan banjir yang memaksa warga meninggalkan rumah, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bergerak menyalurkan bantuan masa panik bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.
Mirwan menegaskan, penyaluran bantuan itu merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada warga yang terdampak banjir di Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu.
“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat yang terdampak banjir di Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah,” katanya.
Berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat disalurkan untuk membantu warga melewati masa sulit. Bantuan tersebut meliputi beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap, saus, biskuit, makanan siap saji, hingga family kit.
Tak hanya itu, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, dan mukena juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama berada di tempat penampungan.
Pemerintah daerah turut menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian agar kebutuhan makanan warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
“Bantuan tersebut untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian,” ujar Mirwan MS.
Ditempat terpisah Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan, BPBD Aceh Selatan, Ruspiadi, mengatakan banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Aceh Selatan dan daerah lainnya di Provinsi Aceh.
Luapan kedua sungai tersebut menyebabkan air menggenangi badan jalan hingga memasuki permukiman masyarakat di Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu.
“Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah,” kata Ruspiadi
Sementara itu, Keuchik Gampong Lhok Raya, Rasi Riadi, mengungkapkan bahwa banjir yang melanda kawasan tersebut dipicu robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya. Jebolnya tanggul membuat air sungai meluap dan menerjang permukiman hingga menggenangi rumah-rumah warga.
Menurut Rasi, warga memilih mengungsi karena khawatir ketinggian air kembali meningkat akibat banjir susulan.
“Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh. Tanggul roboh tersebut menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air dari Sungai Lae Soeraya,” kata Rasi Riadi.[]







