169 Keluarga di Aceh Utara Terima Bantuan Usaha Produktif dari Pemerintah Aceh

by

LHOKSUKON – Penanews.co.id– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan barang usaha ekonomi produktif kepada 169 kepala keluarga (KK) fakir miskin korban bencana hidrometeorologi tahun 2025. Bantuan tersebut merupakan dukungan Pemerintah Aceh melalui program Gubernur Aceh sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Penyaluran bantuan periode November 2026 tersebut berlangsung pada Rabu (4/11/2026), setelah para penerima manfaat dinyatakan memenuhi kriteria dan melalui tahapan verifikasi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakrurradhi, S.H,. M.H sebagai tindak lanjut program pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar kembali produktif dan mampu membangun sumber penghidupan keluarga.

Adapun bantuan tersebut menyasar lima jenis usaha ekonomi produktif, yakni usaha kelontong sebanyak 48 KK, usaha kuliner 11 KK, usaha pembuatan kue 46 KK, usaha menjahit 36 KK, serta usaha pertanian 28 KK. Total penerima mencapai 169 KK.

Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Fakrurradhi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat untuk bangkit setelah kehilangan atau terganggunya sumber penghasilan akibat bencana banjir.

Menurutnya, bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan awal usaha, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Alhamdulillah, bantuan ini merupakan berkah bagi masyarakat penerima manfaat. Kami berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan sebagaimana mestinya untuk mengembangkan usaha masing-masing, bukan untuk dipindahtangankan. Ke depan akan ada pemeriksaan, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan,” ujar Fakrurradhi.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing penerima, mulai dari perdagangan kebutuhan sehari-hari, kuliner dan produksi kue, keterampilan menjahit, hingga sektor pertanian.

Fakrurradhi juga mengingatkan seluruh penerima manfaat agar menjaga dan memanfaatkan barang bantuan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, bantuan pemerintah tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekonomi keluarga korban bencana.

“Harapan kami, masyarakat penerima bantuan dapat memanfaatkan barang yang diberikan untuk mengembangkan usaha sesuai bidang masing-masing. Mudah-mudahan usaha tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, program bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh melalui program Gubernur Aceh, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa.

Dalam kegiatan penyaluran tersebut turut hadir Plt. Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon), Romi Pasla, perwakilan bidang kebencanaan BNPB Aceh Utara, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), ketua penanggung jawab kegiatan Takdir, S.Sos., serta rombongan Dinas Sosial Provinsi Aceh.

Melalui penyaluran bantuan kepada 169 kepala keluarga ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap masyarakat korban banjir dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi, mengembangkan usaha secara mandiri, serta menjadikan bantuan tersebut sebagai modal awal untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik pascabencana.

Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat terdampak bencana tidak hanya pulih dari sisi sosial, tetapi juga mampu bangkit secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.[]