SIHANOUKVILLE – Penanews.co.id – Kapal pesiar Villa Vie Odyssey asal Amerika Serikat (AS) meninggalkan Kamboja tanpa penumpang pada Rabu (04/11/2026) pagi, setelah perusahaan pengelolanya menghentikan operasional kapal akibat membengkaknya biaya bahan bakar.
Dilansir dari Reuter, Kompas.com Kamis (05/11/2026) memberitakan, kepergian kapal tersebut membuat sekitar 100 penumpangnya masih berada di Kamboja. Mereka merupakan bagian dari lebih 200 orang yang sebelumnya tinggal di atas kapal dan telah membayar puluhan ribu dollar AS untuk mengikuti pelayaran jangka panjang.
Kepala Departemen Pariwisata Sihanoukville Taing Sochitkrishna mengatakan, Villa Vie Odyssey hanya membawa sekitar 50 awak kapal ketika meninggalkan kota pelabuhan tersebut.
Sebagian besar penumpang lainnya telah terbang menuju berbagai destinasi lain di kawasan tersebut.
Sehari sebelum kapal berangkat, para penumpang mengambil barang-barang terakhir mereka dari Villa Vie Odyssey. Banyak di antara mereka mengaku tidak lagi berharap dapat kembali ke kapal.
“Masih banyak barang di kapal yang sebenarnya ingin saya bawa,” ujar Shirine Thomas, penumpang asal Wilmington, North Carolina, setelah mengambil beberapa barang terakhirnya, sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu.
Operasional dihentikan
Villa Vie Residences, perusahaan berbasis di Florida, Amerika Serikat (AS), yang mengoperasikan kapal tersebut, menghentikan operasional Villa Vie Odyssey pada pekan lalu.
Keputusan itu membuat para penumpang harus turun dari kapal di Sihanoukville.
Perusahaan menyebut kenaikan harga BBM akibat perang di Iran telah menyebabkan biaya pengoperasian kapal menjadi terlalu mahal. Hingga kini, belum diketahui secara pasti ke mana Villa Vie Odyssey akan berlayar setelah meninggalkan Kamboja.
Sejumlah penumpang serta situs pelacakan kapal mengindikasikan bahwa kapal tersebut menuju Singapura. Villa Vie Residences belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar melalui surel maupun telepon.
Sudah berlayar 755 hari
Villa Vie Odyssey telah berlayar mengelilingi dunia selama sedikitnya 755 hari.
Kapal tersebut termasuk salah satu dari sedikit kapal pesiar yang menawarkan konsep hunian jangka panjang kepada penumpang.
Para penghuni dapat menyewa ataupun membeli tempat tinggal di kapal untuk jangka waktu panjang, bahkan secara permanen.
Namun, setelah operasional dihentikan, para penumpang mengaku tidak memperoleh kepastian mengenai kelanjutan pelayaran tersebut.
Mary Ann Demsar, pensiunan guru sekolah menengah berusia 67 tahun asal Ontario, Kanada, mengatakan bahwa pemilik kapal belum menjelaskan apakah perjalanan Villa Vie Odyssey akan dilanjutkan.
“Kami tidak mendapatkan kejelasan apa pun dari pemilik Villa Vie mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
“Mereka sangat tertutup, satu-satunya informasi yang kami peroleh justru datang dari pemerintah yang luar biasa serta perwakilan-perwakilan di Kamboja ini,” jelas dia.[]







