TEHERAN – Penanews.co.id – Iran mengklaim pada hari Jumat (30/10/2026) bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menembak jatuh dan menangkap sebuah pesawat tak berawak (droen) milik AS di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz menggunakan sistem peperangan elektronik canggih, menurut kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah, seperti dilansir Anadolu Agency
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Angkatan Udara IRGC menembak jatuh pesawat nirawak MQM-170 di atas Pulau Qeshm beberapa jam sebelumnya.
Ditambahkan pula bahwa ini adalah kali kedua personel IRGC berhasil menangkap drone semacam itu dalam keadaan utuh.
Pada hari Kamis, Angkatan Laut IRGC mengklaim telah merebut kendali atas sebuah drone MQM-170 buatan AS di bagian barat Selat Hormuz melalui operasi perang elektronik dan mendaratkannya dalam keadaan utuh.
Media Iran mengatakan bahwa drone tersebut telah dikerahkan untuk mengidentifikasi sistem pertahanan udara Iran di sepanjang pantai Teluk dan Selat Hormuz.
Militer AS menolak pernyataan Iran pada hari Kamis, dengan juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, menepis klaim tersebut.
Secara terpisah, pada hari Kamis, media Iran melaporkan bahwa IRGC telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-1 di dekat Selat Hormuz.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz, jalur air strategis untuk pengiriman energi global.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan Iran di seluruh wilayah tersebut.
Terlepas dari upaya diplomatik selanjutnya dan memorandum yang ditandatangani oleh Washington dan Teheran pada bulan Juni, ketegangan tetap berlanjut terkait pengaturan keamanan dan navigasi melalui selat tersebut.[]







