DENPASAR – Penanews.co.id – Sejumlah kegiatan dan serangkaian pertemuan diskusi berlangsung di Bali. Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli yang juga mantan Komisi Politik dan Hukum DPR-RI – bertemu dan berdiskusi bersama dengan Gubernur Provinsi Bali Doktor I Wayan Koster.
Pertemuan diskusi kedua sahabat baik dan lama tersebut, berlangsung dalam suasana informal namun serius dan strategis. Kegiatan temu diskusi berlangsung pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2026, di Rumah Jabatan “Jaya Sabha”, di Denpasar, Bali.
Figur kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster berbasis pada Visi, Misi, dan Program Pembangunan Daerah dan Kawasan. Juga berurat berakar pada percepataan dan perluasan peningkatan kualitas Masyarakat dan Sumber Daya Manusia.
“Atmosfir dan anatomi kepemimpinan tersebut senantiasa berdasarkan Nilai-Nilai Keutamaan dan Keunggulan yang strategis dan berdampak. Lagi pula berorientasi pada kualitas kebangkitan dan kemandirian yang komparatif dan kompetitif,” sebut Firman Jaya.
Firman Jaya sebelumnya bertemu dan berdiskusi bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Bali Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.H. Kegiatan pertemuan diskusi berlangsung pada hari Senin, tanggal 15 Juni 2026, di ruang kerja Kajati, kantor Kejati, di Denpasar, Bali. Pertemuan diskusi bermuatan perihal mengenai penguatan konstitusionalitas dan kapasitas kelembagaan Penegak Hukum. Termasuk dan terutama Institusi Kejaksaan.
“Anatomi Kepemimpinan Kajati Bali Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.H. adalah seorang Pejabat Struktural Kejaksaan RI dengan jabatan setara dengan Bintang Dua. Pernah menjadi Koordinator pada Kejaksaaan Agung ; menjadi Wakil Kajati Provinsi Bengkulu ; menjadi Wakil Kajati Provinsi Jawa Timur (Jatim) ; menjadi Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM) Bidang Intelijen Kejaksaaan Agung ; kini menjadi Kajati Provinsi Bali.,” jelasnya
Menurut Firman Jaya yang juga mantan Tim Perumus UU Kejaksaan, Kepolisian, UU Kehakiman, UU Pertahanan Negara, UU Pemerintahan Daerah, UU KPK – kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Kajati Bali Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.H. bersifat utuh dan saling memperkuat Pembangunan Daerah dan Pemajuan Masyarakat. Atmosfir Kepemimpinan yang menjadi postulat kepemimpinan yang berarti dan berdampak.
“Tentu dalam kerangka untuk percepatan dan perluasan peningkatan kualitas Kelembagaan menuju Pembangunan Daerah dan Kawasan. Serangkaian kepemimpinan yang bersifat reformatif dan transformatif terhadap keseluruhan kebijakan strategis dan agenda program kegiatan memajukan Pembangunan yang berkemanusiaan, berkeadilan, berkeadaban, berkerakyatan, berkebudayaan,” sebutnya.
Selanjutnya Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi lama juga bersama dengan sahabat baik : Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. Ada juga Warih Wisatsana (Budayawan Sastrawan, Penyair) dalam pertemuan diskusi. Figur Rektor ISI Bali Prof. Dr. Wayan Adnyana yang terkenal dengan nama panggilan khas Prof. Kun – adalah seorang Akademisi, Ilmuwan, Cendekiawan – yang juga adalah Budayawan, Seniman (Seni Lukis dan Seni Rupa).
Sebelumnya Firman Jaya Daeli bertemu dengan I Dewa Budjana (Seniman, Musisi, Gitaris, Pencipta Lagu). Sejumlah acara kegiatan ritual sebagai bagian dari keseluruhan rangkaian Perayaan Hari Raya GALUNGAN sedang berlangsung di Bali.
Ada beberapa kegiatan di Bali yang bermuatan dan berintikan pada antara lain : Pendidikan, Kebudayaan, Hukum, Sosial, Sumber Daya Manusia, dan lain-lain. Sehingga ada beberapa agenda untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan dan pertemuan.
Selanjutnya melaksanakan dan menyelesaikan beberapa tugas dan tanggungjawab di Bali dan Kawasan. Kemudian bertemu dan berdiskusi bersama dengan sejumlah kalangan dari beberapa Profesi dan Aktifis di Bali. Berkunjung juga ke Kampus Universitas Udayana (UNUD), khususnya Pascasarjana UNUD, di Denpasar, Bali, Indonesia.[Rifqi]





