LHOKSUKON – Penanews.co.id– Alya Zafirah Siswi SMPN 1 Lhoksukon berhasil keluar sebagai Juarai Lomb Resensi Buku tingkat SMP se-Aceh Utara dia Ajang literasi pelajar yang berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026,
Kegiatan literasi pelajar diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Aceh Utara, dan berlangsung di Aula Dinas tersebut yang ditutup secara resmi oleh Kepala Dispusip Aceh Utara, T. Cut Ibrahim, SE., M.Si., pada Rabu (30/9/2026).
Dalam kesempatan itu, T. Cut Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan juri, panitia, serta pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan lomba.
Ajang tersebut tidak hanya menempatkan pelajar sebagai peserta kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah kemampuan membaca secara kritis, memahami substansi buku, menyusun argumentasi, hingga menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan yang sistematis.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang terdiri dari Muhammad Nasi Age, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., dan Ayi Jufridar, Alya Zafirah dari SMP Negeri 1 Lhoksukon berhasil keluar sebagai Juara I dengan raihan 280 poin.
Posisi Juara II ditempati Revina Maulia, yang juga berasal dari SMP Negeri 1 Lhoksukon, dengan nilai 277 poin. Sementara Juara III diraih Daswa Maysyurah dari SMP IT Manahilu Irfan dengan perolehan 197,7 poin.
Persaingan berlanjut pada kategori juara harapan. Faiza Azmina dari SMP Negeri 1 Lhoksukon meraih Juara Harapan I dengan nilai 193,3 poin, disusul Muhammad Alzam dari sekolah yang sama sebagai Juara Harapan II dengan nilai 192,8 poin.
Sedangkan Ahmad Azka Ariva, juga dari SMP Negeri 1 Lhoksukon, menempati posisi Juara Harapan III setelah mengumpulkan 192,7 poin.

Tidak hanya memberikan penghargaan kepada para juara utama dan juara harapan, panitia juga memberikan hadiah hiburan kepada enam peserta favorit video resensi. Kategori tersebut menjadi bagian dari upaya mengapresiasi kreativitas pelajar dalam memanfaatkan media digital untuk menyampaikan ulasan buku secara lebih menarik dan komunikatif.
Hasil lomba menunjukkan bahwa literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Pelajar ditantang untuk mampu memahami isi bacaan, memilah informasi, membangun sudut pandang, sekaligus menyampaikan gagasan secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar.
*Lomba resensi buku diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang terbiasa membaca, berpikir kritis, dan berani menuangkan gagasan. ujarnya,” harap kadis[]







