Bupati Aceh Besar Lantik JPT Pratama dan Administrator, Tekankan Amanah Jabatan dan Peningkatan Kinerja

by -3 Views
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, melantik dan mengambil sumpah JPT Pratama, pejabat administrator, dan mengukuhkan kepala puskesmas di lingkungan Pemkab Aceh Besar di Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (2/6/2026). | Foto Prokopim Pemkab Aceh Besar

KOTA JANTHO – Penanews.co.id — Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, melantik dan mengambil sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama), pejabat administrator, serta mengukuhkan kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, di Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (2/6/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, para staf ahli bupati, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, panitia uji kompetensi JPT Pratama, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Muharram Idris menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut. Ia berharap para pejabat yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hari ini kita baru saja melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator serta pengukuhan kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini mendapat petunjuk dari Allah SWT serta diberikan perlindungan dalam menjalankan amanah,” ujar Muharram Idris.

Muharram Idris menegaskan bahwa perpindahan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang harus dimaknai sebagai proses penguatan kapasitas dan peningkatan kinerja. Karena itu, para pejabat yang mendapat amanah baru diminta segera memahami tugas pokok dan fungsi, mempelajari kondisi organisasi, serta menjaga kesinambungan program kerja yang telah berjalan.

“Kita berpindah tugas dari tugas yang lama ke tugas yang baru. Karena itu, kita harus mencari tahu apa yang harus dikerjakan dan sampai di mana pekerjaan sebelumnya berjalan,” ujarnya.

Menurut Muharram Idris, keberhasilan birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesinambungan pelaksanaan tugas, sinergi antarlembaga, dan kemampuan menjaga ritme organisasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Kita harus menjaga kesinambungan kerja. Keberhasilan birokrasi bukan hanya soal kemampuan pribadi, tetapi juga bagaimana kita bersinergi, melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pejabat yang menempati posisi baru tidak tergesa-gesa melakukan perubahan tanpa memahami kondisi organisasi maupun proses kerja yang telah berjalan sebelumnya.

“Jangan langsung menancapkan program sendiri sehingga pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dilakukan tidak berlanjut. Cari tahu terlebih dahulu sampai di mana pekerjaan berjalan, kemudian terus bersinergi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Muharram Idris menekankan bahwa jabatan pemerintahan merupakan amanah sekaligus ladang pengabdian yang menuntut loyalitas, integritas, dan tanggung jawab tinggi.

“Jabatan ini adalah ladang ibadah yang menuntut tanggung jawab tinggi dan loyalitas. Jika diniatkan dengan tulus dan ikhlas, maka apa yang kita kerjakan akan menjadi ibadah,” ujarnya.

Selain itu, Bupati meminta seluruh pejabat bekerja sesuai sumpah jabatan, menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan kewenangan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.[]

ya