Dasar Survei SMRC, PDIP Sebut KDM jadi Saingan Berat Prabowo di Pilpres 2029

by
PDIP Sebut KDM jadi Saingan Berat Prabowo di Pilpres 2029 Foto ilustrasi AI

JAKARTA – Penanews.co.id — Persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai hangat diperbincangkan. Kader PDI Perjuangan, John Sitorus, memprediksi akan ada dua figur kuat yang bakal bersaing ketat memperebutkan kursi Presiden Republik Indonesia mendatang.

Menurut John, Presiden Prabowo Subianto diyakini akan kembali maju untuk periode kedua.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dinilai berpotensi menjadi penantang terkuat Prabowo pada kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, John Sitorus membagikan hasil survei yang memperlihatkan elektabilitas kedua tokoh tersebut.

Berdasarkan hasil survei SMRC, nama Dedi Mulyadi justru unggul atas Presiden Prabowo Subianto.

“Survei terbaru SMRC, nama Dedi Mulyadi MELAMBUNG tinggi mengungguli Prabowo,” tulisnya, dikutip Kamis (30/7).

Dalam survei tersebut, gubernur yang akrab disapa KDM itu memperoleh 59 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo memperoleh 28,3 persen.

Menurut John Sitorus, hasil tersebut menunjukkan Dedi Mulyadi berpotensi unggul jika benar berhadapan dengan Prabowo pada Pemilu 2029.

“Tercatat, 59% memilih KDM sedangkan Prabowo hanya 28,3%. Andai semua yang belum menentukan memilih Prabowo, tetap saja akan kalah dengan KDM,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menilai popularitas Dedi Mulyadi meningkat signifikan karena aktif membuat konten di media sosial.

Menurutnya, konten-konten tersebut turut menjadi sarana sosialisasi yang efektif.

“Harus diakui, popularitas KDM cukup signifikan dengan tiap hari ngonten. Apa pun dikontenin, siapa pun yang lagi musibah dijadikan konten,” jelasnya.

“Konten juga membantu KDM untuk sosialisasi. Misalnya penertiban bangunan liar, pembangunan jalan raya, komunikasi dengan warga yang efektif dengan bahasa dan gestur yang dimengerti rakyat membuat elektabilitasnya tak terbendung,” tuturnya.

John Sitorus menegaskan bahwa KDM bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh apabila benar maju pada Pilpres 2029.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat Dedi Mulyadi menjadi lawan berat adalah kecenderungan masyarakat Indonesia yang menyukai figur yang sedang populer.

“KDM bukan lawan sembarangan, terlebih manusia Indonesia lebih suka dengan sesuatu yang tiba-tiba populer,” terangnya.

ya