BLANGPIDIE – Penanews.co.id – Tepat pada Hari Jadi Ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Mengukir sejarah yang medunia. Pemerintah Abdya meraih prestasi itu lewat kuliner khas Aceh dengan bakar 15.000 lebih lemang dan 34.000 ribu tape yang bertajuk “Meuseraya Toet Leumang” yang dilaksanakan di bantaran sungai Krueng Beukah tepatnya di Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie. Sabtu, (25/04/2026)
Abdya mengukir sejarah ini melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Dunia dengan memasak leumang dengan jumlah yang Fantastis ditaksir mencapai 15.000 batang leumang dan 27.000 tape.
Perwakilan MURI Indonesia dalam kesempatan itu mengatakan, Luhtfi Syah Pradana menyampaikan bahwa Abdya telah mampu mencetak prestasi dengan membakar lemang 15.000 leumang dan tape sebanyak 27.000.
Dari hasil verifikasi, kegiatan tersebut berhasil mencatatkan 15.178 batang leumang dan sekitar 27.000 tape yang disajikan secara bersamaan.
“Setelah kita melakukan perhitungan dan memverifikasi seluruh sajian lemang dan tape yang di klaim terbanyak di Indonesia.
“ Maka dengan ini kami menganugerahkan penghargaan sajian leumang terbanyak dan sajian tape terbanyak di dunia serta selamat kepada Kabupaten Aceh Barat Daya atas Perolehan Rekor ini” ujarnya.
Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, saat penerimaan anugerah tersebut mengatakan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi bentuk gotong royong masyarakat yang luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan, tradisi leumang juga memiliki nilai budaya dan ekonomi karena mampu menggerakkan aktivitas masyarakat. Apalagi bagian dari warisan budaya. “Leumang ini tradisi nenek moyang yang harus dijaga.
Skip to content





