IAIN Langsa Gelar Coaching Clinic E-Kinerja ASN 2026, Warek I Tekankan Kinerja Berbasis Hasil

by
Wakil Rektor I IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy

LANGSA – Penanews.co.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Coaching Clinic Pengisian E-Kinerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan IAIN Langsa, Rabu. 12 Agustus 2026 di aula Auditorium kampus setempat.

Kegiatan ini menjadi forum bimbingan teknis dan konsultasi untuk meningkatkan pemahaman ASN dalam penyusunan dan penginputan kinerja melalui aplikasi e-Kinerja BKN.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa e-Kinerja tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen untuk memastikan kinerja individu selaras dengan target institusi.

“E-Kinerja bukan sekadar persoalan mengisi aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap ASN memahami target kinerjanya, apa yang harus dicapai, dan bagaimana kontribusinya terhadap pencapaian kinerja institusi,” ujar Dr. Emi, sapan akrab Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA

Menurutnya, penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), rencana hasil kerja, indikator kinerja individu (IKI), dan rencana aksi harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran organisasi.

“Jangan sampai kita hanya mengejar kelengkapan administrasi, tetapi kehilangan substansi kinerja. Harus ada keselarasan antara apa yang direncanakan, dikerjakan, dihasilkan, dan dibuktikan,” tegasnya.

Melalui coaching clinic, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan rencana kinerja, penginputan rencana aksi, pengunggahan bukti dukung, hingga proses penilaian kinerja secara berkala dan tahunan.

Dr. Emi juga menekankan pentingnya kemampuan ASN beradaptasi dengan digitalisasi tata kelola. Menurutnya, pengelolaan kinerja yang tertib dan akurat akan mendukung peningkatan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas administrasi kepegawaian.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis ASN dalam menggunakan e-Kinerja BKN, tetapi juga membangun budaya kerja berbasis target, output, dan hasil, sekaligus mendukung kelancaran layanan kepegawaian seperti penilaian kinerja, tunjangan kinerja sesuai ketentuan, kenaikan pangkat, dan pensiun.[Chaidir]

ya