BLANG KEJREN – Penanews.co.id — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, mengatakan Pembangunan dua unit sabodam Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, terus dipacu dan realisasi telah mencapai 32,84 persen. .
“Pembangunan Sabidam ini sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir akhir tahun 2026. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 32,84 persen,” ujar BWS Sumatera I dalam keterangan tertulisnya..
Kehadiran bangunan ini diarahkan untuk membantu mengurangi risiko aliran material dari wilayah hulu yang dapat terbawa saat terjadi banjir maupun longsor.
“Dengan pengendalian yang lebih baik di bagian hulu, masyarakat di wilayah sekitar diharapkan mendapat perlindungan yang lebih baik dari dampak bencana,” harap BWS
Menurut BWS, Sabodam merupakan bangunan pengendali sedimen yang dirancang untuk menahan, menampung, dan mengendalikan aliran debris, lumpur, pasir, serta batu-batuan yang terbawa aliran sungai.
‘Material tersebut dapat bergerak dengan cepat saat hujan deras dan berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat maupun merusak infrastruktur di sepanjang aliran sungai,” ujatnya.

Pembangunan sabodam di DAS Tamiang menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan material tersebut sejak dari wilayah hulu.
‘Ketika sedimen dan material berukuran besar dapat tertahan, beban material yang bergerak menuju wilayah hilir dapat dikurangi sehingga aliran sungai menjadi lebih terkendali,” jelas BWS
Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat melalui meningkatnya perlindungan terhadap permukiman, lahan, akses masyarakat, serta infrastruktur yang berada di sekitar kawasan aliran sungai.
“Upaya pengendalian di hulu juga menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi kerusakan ketika banjir dan longsor kembali terjadi,” tegasnya.
Dengan progres yang terus berjalan, pembangunan dua unit sabodam di Kecamatan Pining diharapkan dapat segera memberikan fungsi perlindungan secara optimal. Penanganan ini menjadi bagian dari langkah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membangun kawasan yang lebih aman serta meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.









