BANDA ACEH – Penanews.co.id – Universitas Syiah Kuala (USK) menyambut mahasiswa internasional baru tahun akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pengenalan Akademik dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PAKARMARU) yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026.
Mahasiswa internasional yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai negara, yaitu Thailand, Solomon Islands, Kyrgyzstan, Papua Nugini, Afghanistan, Malawi, Tanzania, dan Kenya. Kehadiran mereka semakin memperkuat keberagaman dan atmosfer internasional di lingkungan akademik USK.
Para mahasiswa tersebut menempuh pendidikan pada jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di berbagai bidang keilmuan. Mereka tersebar di sejumlah fakultas dan program studi, antara lain Pendidikan Dokter Hewan, Akuntansi, Pendidikan Dokter, Matematika, Keperawatan, Pengelolaan Lingkungan, Teknik Sipil, Kecerdasan Buatan, dan Ilmu Kebencanaan.
Selama pelaksanaan PAKARMARU, Global Engagement Office (GEO) USK turut berperan dalam mendampingi mahasiswa internasional agar mereka dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya GEO untuk membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kehidupan kampus di USK.
Melalui PAKARMARU, mahasiswa internasional baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik, sistem pendidikan, fasilitas, serta berbagai aspek kehidupan kampus di USK. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal sesama mahasiswa dan membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Keberagaman negara dan bidang studi para mahasiswa internasional baru menjadi bagian penting dalam memperkuat internasionalisasi USK. Interaksi lintas budaya yang tercipta di lingkungan kampus diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik dan sosial mahasiswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berwawasan global.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen USK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi mahasiswa dari berbagai negara; SDG 10: Reduced Inequalities melalui terciptanya lingkungan akademik yang inklusif dan setara bagi mahasiswa dengan latar belakang yang beragam; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring dan hubungan akademik internasional.
Dengan bergabungnya mahasiswa internasional dari berbagai negara pada tahun akademik 2026/2027, USK terus menunjukkan komitmennya dalam membangun komunitas akademik yang terbuka, beragam, dan terhubung secara global.[]







