Menjelang Pemilu Sela, Trump Didesak untuk Berlakukan “Keadaan Darurat Nasional”, Ada Apa?

by

Ticktin, yang mengatakan bahwa ia telah berteman dengan Trump sejak masa kuliah mereka di Akademi Militer New York, percaya bahwa mungkin ada intelijen asing yang masuk melalui mesin pemungutan suara elektronik.

WASHINGTON – Penanews.co.id – Seorang teman masa kecil Donald Trump mendesak presiden AS untuk menyatakan keadaan darurat nasional sebelum pemilihan paruh waktu mendatang. Peter Ticktin, seorang pengacara senior, mengklaim bahwa Partai Demokrat dapat memanipulasi suara untuk merebut kembali kendali Kongres.

“Kami sangat dekat. Bahkan, bisa dibilang kami adalah sahabat karib di tahun terakhir sekolah menengah atas,” kata Ticktin tentang Trump, diku .

Ticktin, seorang pengacara berusia 80 tahun yang berbasis di Florida dan mengatakan bahwa ia telah berteman dengan Trump sejak masa mereka di Akademi Militer New York, percaya bahwa mungkin ada intelijen asing yang masuk melalui mesin pemungutan suara elektronik.

“Dengan bukti yang kami miliki, dan dengan bukti yang akan segera muncul, tidak akan ada keraguan tentang hal itu — dan apa yang dilakukan mesin-mesin ini. Ini adalah pengambilalihan negara secara diam-diam,” kata Ticktin dikutip dari CNN.

Peter Ticktin

Sebuah laporan intelijen AS yang dirilis pada tahun 2021 menemukan bahwa negara-negara seperti Rusia, Tiongkok, Iran, dan Venezuela mencoba memengaruhi pemilihan melalui kampanye daring dan disinformasi. Beberapa negara dianggap mendukung Trump, sementara yang lain diyakini bekerja melawannya. 

Bahkan enam tahun setelah pemilihan presiden AS 2020, belum ada bukti publik yang muncul untuk membuktikan bahwa pemilihan tersebut dicuri dari Trump, meskipun ada klaim berulang kali dari Trump dan sekutunya, termasuk Peter Ticktin.

Tahun lalu, Ticktin membantu menyusun rancangan perintah eksekutif yang meminta Trump untuk menyatakan keadaan darurat nasional atas dugaan campur tangan asing dalam pemilihan 2020. 

Usulan tersebut berpendapat bahwa Trump harus menggunakan kekuasaan darurat untuk memperkenalkan perubahan besar pada cara pemilihan umum dilakukan, termasuk membatasi sebagian besar pemungutan suara melalui pos dan melarang penggunaan mesin pemungutan suara elektronik.

Menurut Ticktin, jika Partai Demokrat memenangkan cukup banyak kursi di Kongres, mereka dapat mencoba memakzulkan Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance. Dia mengklaim ini akan memungkinkan Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, untuk menjadi presiden.

Ticktin telah menjadi tokoh terkenal di kalangan mereka yang terus mempertanyakan hasil pemilihan presiden AS 2020. Ia telah mewakili beberapa tokoh penting yang menyangkal hasil pemilihan, termasuk mantan panitera daerah Colorado, Tina Peters, yang baru-baru ini dibebaskan dari penjara setelah menerima pengampunan dari Trump.

Trump telah berulang kali menyerukan undang-undang identifikasi pemilih yang lebih ketat dan mendukung Undang-Undang SAVE America. Awal tahun ini, Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk memperketat aturan seputar pemungutan suara melalui pos.

ya