BANDA ACEH – Penanews.co.id – Peristiwa ledakan melanda Kapal Aceh Hebat 2 yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026). Insiden yang bersumber dari ruang mesin tersebut mengakibatkan belasan korban menderita luka bakar serius dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak otoritas terkait, melalui General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andre Kurniawan, telah mengonfirmasi kebenaran peristiwa ini.
“Benar kejadiannya. Nanti saya update,” kata Andre Kurniawan saat dikonfirmasi RRI, Jumat 12 Juni 2026.
Meski demikian, ASDP masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab utama ledakan serta mendata total kerugian. Andre menyatakan pihaknya akan segera memberikan pembaruan informasi begitu data di lapangan telah lengkap.
Berdasarkan laporan yang di himpun dari berbagai sumber Pada Hari Jumat Tanggal 12 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, Kapal Aceh Hebat 2 tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang. Sekitar pukul 10.45 WIB terjadi ledakan di ruang mesin kapal yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bakar.
Berdasarkan informasi awal, terdapat sekitar 14 korban luka bakar yang terdiri dari 2 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan 12 orang mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati.
Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Banda Aceh segera melakukan assessment cepat dan penanganan awal terhadap korban di lokasi kejadian. Hasil assessment menunjukkan korban memerlukan penanganan medis lanjutan sehingga dilakukan rujukan ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Proses evakuasi korban menuju rumah sakit dilakukan menggunakan bus Trans Koetaradja dengan pengawalan dan pendampingan beberapa ambulans, termasuk ambulans Puskesmas Meuraxa. Seluruh korban berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Saat ini kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis di rumah sakit rujukan. Penyebab pasti ledakan masih dalam proses investigasi oleh instansi terkait. BKK Banda Aceh terus berkoordinasi dengan lintas sektor dalam penanganan kejadian dan pemantauan perkembangan korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Pihak ASDP bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.[]





