Puluhan Jemaah Alami Kelelahan dan Hipertensi di Asrama Haji, Batal Berangkat?

by
Keberangkatan ratusan calon haji kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya rangkaian operasional haji tahun 2026 di bandara terbesar di Indonesia tersebut. Pada periode 22 April 2026 akan diberangkatkan sebanyak empat kloter jemaah calon haji. Mereka berasal dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Bekasi, serta satu kloter lainnya dari embarkasi Banten. | Foto Antara/Muhammad Iqbal

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kondisi kesehatan fisik mulai menguji puluhan jemaah calon haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Sejumlah jemaah dari kloter 3 sampai 6 mengalami kelelahan ekstrem dan tekanan darah tinggi sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Berdasarkan data Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, hingga Rabu (22/4) petang, tercatat sedikitnya 33 jemaah dari kloter 3 hingga 6 yang harus menjalani pemeriksaan di klinik akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Kepala BBKK Surabaya, dr Rosidi Roslan, mengatakan mayoritas jemaah mengeluhkan gejala pusing akibat tekanan darah tinggi serta keletihan fisik setelah menempuh perjalanan dari daerah asal.

“Bahwasanya jemaah haji sampai saat ini ada 33 kunjungan ke klinik gitu ya. Sebagian besar keluhannya seperti kelelahan gitu ya ada juga yang hipertensi,” kata Roslan di Embarkasi Surabaya,dikutip CNN Indonesia, Rabu (22/4),

Meski puluhan jemaah sempat dilarikan ke klinik, BBKK Surabaya memastikan kondisi tersebut belum masuk dalam kategori risiko tinggi yang dapat membatalkan keberangkatan.

Tim medis telah melakukan skrining menyeluruh untuk memastikan jemaah tetap bisa menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan catatan mereka harus menjaga istirahat dan pola makan yang teratur agar kondisi fisik kembali stabil.

“Jadi semuanya dalam keadaan layak terbang ya. Kita sudah mengizinkan, sudah periksa semua,” ucapnya.

Selain menangani kasus hipertensi, BBKK Surabaya juga memperketat pemantauan terhadap jemaah haji wanita yang sedang hamil. Hal ini dilakukan demi menekan risiko keguguran selama fase puncak ibadah haji.

Rosidi menjelaskan, batas usia kehamilan yang ditoleransi untuk berangkat haji adalah di bawah 26 minggu.

“Jadi kalau di kondisi haji sekarang ya, yang kita perbolehkan itu di dalam kondisi di bawah 26 minggu,” kata dia.

Sejauh ini, BBKK kesehatan belum menemukan adanya jemaah hamil pada kloter yang sudah masuk ke asrama. Secara keseluruhan, kondisi jemaah dari kloter 1 hingga 6 dinyatakan dalam status aman.

“Ya, sekarang kloternya sudah enam ya yang masuk ya. (Kloter) Satu, dua sudah selesai (pemberangkatan) dan kondisinya alhamdulillah jemaah hajinya dalam kondisi yang sehat ya, semuanya berangkat,” kata Roslan.[]

ya