Siswa SMAN 1 Sabang Sabet Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tingkat Aceh, Siap Wakili Serambi Mekah ke Ajang Nasional

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kota Sabang. Siswa SMA Negeri 1 Sabang, Adif Fata Amrullah, berhasil meraih Juara I dalam ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 (6-9-07-2026). Atas capaian tersebut, Adif akan mewakili Provinsi yang dijuluki Serambi Mekah pada kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan komitmen SMA Negeri 1 Sabang dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan sebagai wadah bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, kepedulian, serta kemampuan riset dalam bidang keselamatan transportasi. Berbeda dengan pendekatan sosialisasi yang selama ini dilakukan, kompetisi ini menitikberatkan pada penyusunan karya tulis ilmiah dan pengembangan prototype teknologi sebagai solusi nyata terhadap berbagai persoalan keselamatan lalu lintas.

Pada tahun 2026, rangkaian seleksi berlangsung sejak akhir April hingga Juli. Tahap seleksi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada Mei hingga Juni, sedangkan seleksi tingkat Provinsi Aceh berlangsung pada 6–9 Juli 2026.

Kota Sabang diwakili oleh dua pelajar terbaik dari SMA Negeri 1 Sabang, yakni Adif Fata Amrullah dan Rizka Putri, setelah keduanya berhasil lolos pada seleksi tingkat kota.

Dalam kompetisi tingkat provinsi, Adif Fata Amrullah berhasil menyabet Juara I melalui karya tulis ilmiah dan inovasi teknologi berjudul CABIN-GUARD (Prototype Sistem Pendeteksi Gas Karbon Monoksida (CO) Berbasis Arduino Uno dengan Ventilasi Otomatis pada Kabin Kendaraan Roda Empat Ber-AC).

Prototype tersebut dirancang menggunakan sensor berbasis Arduino Uno yang mampu mendeteksi kebocoran atau peningkatan kadar gas karbon monoksida (CO) di dalam kabin kendaraan roda empat berpendingin udara. Ketika kadar gas mencapai ambang batas berbahaya, sistem akan secara otomatis mengaktifkan ventilasi sehingga sirkulasi udara kembali normal dan risiko keracunan dapat diminimalisir.

Inovasi tersebut lahir dari hasil pengamatan terhadap maraknya pemberitaan mengenai kasus meninggalnya pengemudi maupun penumpang akibat keracunan gas karbon monoksida di dalam kendaraan. Bersama guru pembimbing, Beby Anggun Tia Gita, S.Pd., Adif mengembangkan sebuah solusi teknologi sederhana, aplikatif, dan berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan keselamatan berkendara.

Kepala SMA Negeri 1 Sabang, Satriah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil diraih oleh para peserta didiknya. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa, dedikasi guru pembimbing, serta budaya akademik yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Sabang sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kota Sabang. Kami selalu mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, dan menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat. Keberhasilan Adif dan Rizka membuktikan bahwa pelajar dari Sabang mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat provinsi,” ujar Satriah.

Ia menambahkan, sekolah akan terus memberikan dukungan penuh kepada Adif Fata Amrullah dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, berinovasi, dan tidak pernah berhenti belajar. Kami optimistis Adif dapat memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional serta membawa nama baik Aceh dan Kota Sabang di kancah nasional,” tambahnya.

Guru pembimbing, Beby Anggun Tia Gita, S.Pd., menjelaskan bahwa proses penyusunan karya tidak hanya berfokus pada aspek ilmiah, tetapi juga menekankan penerapan teknologi yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berupaya menghadirkan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Kasus keracunan gas karbon monoksida di dalam kendaraan masih sering terjadi dan memerlukan solusi yang efektif. Dari situlah lahir ide CABIN-GUARD yang mengintegrasikan penelitian ilmiah dengan prototype berbasis sensor otomatis,” jelasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bertujuan membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap keselamatan transportasi, memiliki kemampuan berpikir ilmiah, serta mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, dan peserta didik mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan keselamatan transportasi di Indonesia.

Selanjutnya, Adif Fata Amrullah akan mewakili Provinsi Aceh pada ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional dengan membawa inovasi CABIN-GUARD. Besar harapan, karya tersebut mampu kembali mengukir prestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya inovator-inovator muda Indonesia yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas dan kemajuan teknologi.[]

ya