JAKARTA – Penanews.co.id — Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini mengatakan peserta Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Angkatan II Batch 2 Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI bukan sekadar tenaga tambahan untuk membantu pekerjaan unit kerja. Program tersebut harus menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, mengenal proses kerja, serta membangun pengalaman profesional.
Hal itu disampaikan Suprihartini saat membuka Program Maganghub Kemenaker Angkatan II Batch 2 Tahun 2026 di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Ia berharap seluruh unit kerja yang menjadi tempat pemagangan dapat memberikan ruang belajar dan pengalaman kerja yang optimal bagi peserta.
“Para peserta bukan sekadar hadir untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi mereka untuk belajar, mengenal lingkungan kerja, memahami proses bisnis organisasi, dan membangun pengalaman profesional,” ujar Suprihartini.
Menurutnya, pengalaman selama pemagangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan tugas, tetapi juga pembentukan sikap dan budaya kerja. Peserta diharapkan dapat belajar mengenai kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta integritas dalam menjalankan pekerjaan.
Karena itu, Suprihartini meminta pimpinan unit kerja beserta jajaran melibatkan peserta dalam kegiatan yang relevan dengan proses kerja di masing-masing unit. Peserta juga perlu diberikan kesempatan untuk memahami bagaimana suatu pekerjaan direncanakan hingga dilaksanakan.
“Libatkan mereka dalam kegiatan yang relevan, berikan kesempatan untuk mengalami proses kerja, memahami bagaimana sebuah pekerjaan direncanakan dan juga dilaksanakan, serta mengenalkan kepada mereka nilai-nilai dan budaya kerja yang ada di lingkungan Sekretariat Jenderal,” katanya.
Suprihartini juga meminta unit kerja menciptakan suasana yang aman, terbuka, dan mendidik selama proses pemagangan. Menurutnya, peserta perlu diposisikan sebagai bagian dari lingkungan pembelajaran agar dapat berinteraksi dan menyerap pengalaman secara langsung.
“Jangan sampai peserta merasa hanya sebagai orang tambahan, jadikan mereka bagian dari lingkungan pembelajaran,” tegasnya.
Di sisi lain, Suprihartini mendorong peserta aktif memanfaatkan kesempatan tersebut dengan tidak ragu bertanya, mencoba, maupun menerima masukan dari mentor dan pendamping. Ia menilai proses pemagangan merupakan kesempatan untuk mengenali kekuatan diri sekaligus memahami aspek yang masih perlu dikembangkan.
“Jangan takut untuk bertanya, jangan takut untuk mencoba menerima masukan, karena tidak ada proses belajar yang selalu sempurna. Kesalahan adalah bagian dari proses, selama kita mau belajar dan memperbaikinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan program pemagangan tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan. Keberhasilan program, menurutnya, tercermin dari pengalaman, kompetensi, dan nilai-nilai kerja yang dapat dibawa peserta dalam perjalanan profesional selanjutnya.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika peserta memperoleh pengalaman, kompetensi, dan nilai-nilai kerja yang dapat dibawa ke perjalanan mereka selanjutnya,” pungkas Suprihartini







