Walikota Banda Aceh Tawarkan Berbagai Peluang Investasi pada Dunia Usaha dan Komunitas Internasional

by

JAKARTA – Penanews.co.id – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi hingga komunitas internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan investasi di Banda Aceh.

Ajakan itu disampaikan kala menjadi narasumber pada Jakarta Future Festival 2026 bertajuk “Navigating Resilience” yang digelar oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dalam forum itu, wali kota mengangkat kisah kebangkitan Aceh pascatsunami sebagai bukti nyata bahwa kolaborasi mampu mengubah tantangan besar menjadi peluang kemajuan.

“Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa banyak hal besar yang bisa kita lakukan jika bersama-sama. Kolaborasi telah menghidupkan kembali kota yang porak-poranda. Saat ini, kami bukan lagi sekadar kota di ujung barat Sumatera, melainkan sebuah ruang kolaborasi yang terbuka untuk bermitra,” ujarnya.

Dalam paparannya, ia menampilkan foto Monumen Aceh Thanks to The World di Lapangan Blang Padang sebagai simbol solidaritas dunia terhadap Aceh setelah bencana gempa dan tsunami 2004. Monumen tersebut, katanya, menjadi pengingat akan besarnya dukungan internasional yang membantu proses pemulihan Aceh.

Illiza menjelaskan bahwa pascabencana tsunami, Aceh menerima dukungan dari puluhan negara donor, ratusan organisasi kemanusiaan internasional, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga berbagai institusi keuangan dunia. Kolaborasi global tersebut menjadi salah satu fondasi penting yang mengantarkan Aceh bangkit dan berkembang hingga saat ini.

Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut kini diwujudkan melalui visi pembangunan “Banda Aceh Kota Kolaborasi”, yang menempatkan sinergi lintas sektor sebagai instrumen utama percepatan pembangunan.

“Visi ini diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan melalui sinergi yang bisa ditransformasikan menjadi sebuah Kolabor AKSI,” katanya.

Ia juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kota Banda Aceh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh tahun 2025 mencapai 89,55, tertinggi di Indonesia dan jauh melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 75,90.

Di sana juga, Illiza turut menawarkan berbagai peluang investasi strategis di Banda Aceh. Sektor yang dibuka untuk kolaborasi antara lain pengembangan pariwisata, marina, resort, perhotelan, pusat hiburan keluarga, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui Banda Aceh Academy, hingga pengembangan pusat perbelanjaan dan industri halal.

Selain itu, Pemko Banda Aceh juga membuka peluang investasi di sektor perikanan dan logistik, termasuk pembangunan cold storage, pabrik pengalengan ikan, ekstraksi minyak ikan dan kolagen, hingga galangan kapal.

Dalam sektor ekonomi kreatif, Banda Aceh menawarkan pengembangan industri parfum melalui program branding “Banda Aceh Kota Parfum”, yang mencakup pembangunan laboratorium formulasi, rantai pasok, dan pusat edukasi parfum Indonesia.

Sementara di bidang teknologi, Banda Aceh membuka ruang kerja sama untuk pengembangan startup lokal, mitigasi bencana berbasis Internet of Things (IoT), serta penguatan sistem retribusi digital. Di sektor lingkungan, peluang kolaborasi diarahkan pada pengembangan ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah organik, budidaya maggot, daur ulang plastik, hingga produksi material konstruksi ramah lingkungan.

Sebagai kota yang memiliki pengalaman panjang dalam penanggulangan bencana, Banda Aceh juga siap berbagi pengetahuan dan membangun kerja sama di bidang manajemen krisis, sistem peringatan dini, riset kebencanaan, serta pembangunan infrastruktur komunikasi darurat.

Menutup paparannya, wali kota menegaskan bahwa Banda Aceh memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Aceh sekaligus gerbang di kawasan Selat Malaka. Didukung tren pembangunan yang positif, meningkatnya kerja sama daerah, serta iklim investasi yang aman dan kondusif, Banda Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pembangunan berbagai pihak.

“Jika ada yang bertanya apakah Banda Aceh siap untuk berkolaborasi dan menerima investasi? Jawabannya: pasti. Kami sangat siap berkolaborasi,” tegasnya.

Turut hadir dalam forum tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Wibi Andrino, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin H.R., Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa.