BANDA ACEH – Penanews.co.id — Seorang wanita berinisial AM (21), warga Kabupaten Aceh Barat, yang dilaporkan meninggalkan rumah oleh orang tuanya ke Polres Aceh Barat pada Rabu (22/7/2026), akhirnya ditemukan oleh personel Patroli Perintis Presisi Polresta Banda Aceh di Kota Banda Aceh, Senin (10/8/2026) dini hari.
AM ditemukan di Jalan Pangeran Diponegoro, tepatnya di sebuah warung kopi (warkop) di depan bekas Pasar Aceh Shopping Center. Saat ditemukan, AM diketahui bersama seorang pria berinisial DA (23), yang juga merupakan warga Aceh Barat.
Pasca penemuan tersebut, petugas membawa AM dan DA ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan guna memastikan kondisi serta kronologi keberadaan keduanya.
Plt. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, melalui Kasat Samapta Polresta Banda Aceh, Kompol Saiful Hadi, membenarkan adanya penemuan wanita yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Polres Aceh Barat.
“Benar. Setelah memperoleh informasi dari masyarakat terkait keberadaan seorang wanita yang sebelumnya viral di media sosial karena dilaporkan meninggalkan rumah di Aceh Barat, personel Patroli Perintis Presisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan yang bersangkutan di Jalan Pangeran Diponegoro, tepatnya di warkop depan bekas Pasar Aceh Shopping Center, bersama seorang pria,” ujar Kompol Saiful Hadi.
Ia menambahkan, pria berinisial DA (23) yang saat itu bersama AM turut dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangan terkait keberadaan mereka.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keduanya kami bawa ke Polresta Banda Aceh. Selanjutnya, kami berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses penjemputan dan pengembalian yang bersangkutan kepada keluarganya,” jelasnya.
Kompol Saiful Hadi mengatakan, pihaknya berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama, khususnya keluarga, agar dapat memberikan pembinaan dan pendampingan kepada AM sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Setelah pihak keluarga tiba, yang bersangkutan akan diserahkan untuk kembali bersama keluarganya. Kami juga mengimbau agar komunikasi dan pengawasan dalam keluarga terus ditingkatkan,” pungkasnya.[]






