Ustadz SAM Pendakwah Kondang Diduga Lecehkan Sejumlah Santri Laki-laki, Ini Sosoknya

by
Ilustrasi | Foto: HTWE/Shutterstock

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Pendakwah Kondang Syekh Ahmad Al-Misry (SAM) yang dikenal sebagai tokoh agama yang sering mengisi acara keagamaan di layar kaca dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah santri laki-laki di sebuah pondok pesantren. Laporan tersebut kini tengah ditangani oleh penyidik di Badan Reserse Kriminal Polri.

Kuasa hukum para korban, Benny Jehadu, menyampaikan bahwa sosok yang dilaporkan tersebut diketahui kerap tampil di sebuah program televisi swasta sebagai juri dalam acara hafiz Al-Qur’an.

“Terlapor ini inisialnya SAM, beliau ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta,” kata Benny mengutip detikcom, Kamis (12/3).

Menurut Benny, pihaknya berharap kepolisian dapat segera bertindak tegas dalam menangani perkara ini. Ia juga menjelaskan bahwa laporan yang telah diajukan kini telah naik ke tahap penyidikan karena aparat penegak hukum dianggap telah memiliki bukti yang cukup kuat untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Tentu kami secara tegas terkait laporan kami adalah harapan kami kepada teman-teman penyidik untuk segera panggil terhadap terlapor ya, lalu segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Benny Jehadu.

Pihak kuasa hukum juga menyebutkan telah menyerahkan sejumlah barang bukti yang membenarkan adanya tindak pidana tersebut. Bukti yang diserahkan meliputi jejak digital percakapan hingga sebuah rekaman video masa lalu.

“Bukti yang diserahkan kita tadi ke penyidik, bukti chat ya, terus video, dan ada beberapa bukti yang lain juga. Kalau video itu ada kayak semacam pada saat itu ada tabayyun, jadi ada permohonan maaf dari si pelaku ini kepada tokoh-tokoh ulama,” beber kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati.

Kasus tindak asusila ini memakan korban lebih dari satu orang. Kuasa hukum menyebutkan seluruh kliennya mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam akibat kejadian tersebut.

“Korbannya saat ini untuk klien kami ada lima orang ya karena memang atas kasus ini kan sebetulnya tadi kami sudah jelas menyampaikan bahwa ini kasusnya itu pelecehan seksual terhadap bukan anak perempuan ya, laki-laki, sesama jenis ya. Di bawah umur itu ada, yang dewasa juga ada,” terang Benny Jehadu.

Tindakan pelanggaran hukum tersebut diduga sudah berlangsung cukup lama dan sampai waktu bertahun-tahun. Tempat kejadian perkara pada saat pemeriksaan kepolisian juga disebut terjadi di beberapa lokasi yang berbeda.

Sosok Syekh Ahmad Al-Misry

Lantas nama Syekh Ahmad Al-Misry pun menjadi trending dalam penelusuran Google, banyak yang mencaritahu siapa sosoknya. 

Mengutip malangtimes.com, di luar polemik yang sedang ramai diperbincangkan, Syekh Ahmad Al-Misry dikenal sebagai ulama sekaligus pendakwah yang cukup populer di Indonesia.

Ia berasal dari Mesir dan telah lama menetap di Indonesia untuk berdakwah serta menyebarkan literatur keislaman.
Nama “Al-Misry” yang disematkan padanya secara harfiah berarti orang Mesir. 

Meski berasal dari Timur Tengah, Syekh Ahmad Al-Misry diketahui telah tinggal cukup lama di Indonesia hingga fasih berbahasa Indonesia. Kemampuan tersebut membuat ceramah dan kajian yang ia sampaikan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Nama Syekh Ahmad Al-Misry semakin dikenal publik setelah aktif tampil di berbagai program religi di televisi nasional.

Salah satu yang paling dikenal adalah saat dirinya dipercaya menjadi juri utama dalam program kompetisi hafalan Al-Qur’an anak-anak Hafiz Indonesia yang tayang di RCTI.

Dalam program tersebut, ia berperan memberikan penilaian terkait tajwid, kelancaran hafalan, sekaligus memberikan motivasi spiritual kepada para peserta.

Selain itu, Syekh Ahmad Al-Misry juga tercatat sebagai penceramah reguler dalam program Damai Indonesiaku yang tayang di tvOne hingga tahun 2026. 

Ia juga kerap tampil di berbagai program religi lain selama bulan Ramadhan, seperti Shodaqoh Yuk! di RTV serta menjadi narasumber dalam program Khazanah dan Jazirah Islam di Trans7.

Gegara hal ini, sejumlah warganet bahkan menyoroti akun Instagram Syekh Ahmad Al-Misry. Beberapa pengguna media sosial menyebut kolom komentar pada akun tersebut kini dibatasi.

Namun hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak Syekh Ahmad Al-Misry terkait isu yang berkembang di media sosial tersebut.

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *