Kejagung Segera usut 26 Nama yang Diseret Pensiunan Polisi Sony Sanjaya Ikut Korupsi MBG

by -152 Views
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengenakan rompi merah muda saat meninggalkan Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026). | Foto Tribunnews.com/Jeprima

BANDA ACEH— Penanews.co.id 6 Kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, yang kini berstatus tersangka, dikabarkan siap blak-blakan. Pekan depan, Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa Pensiunan Polisi Bintang Dua Sony untuk mengonfirmasi permohonan justice collaborator (JC) yang diajukannya terkait dengan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa agenda pemeriksaan tersebut berfokus untuk mendalami permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan oleh Sony.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SS untuk mengonfirmasi dari pengajuan JC yang disampaikan,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (14/6).

Selain mendalami status JC, penyidik juga tengah meneliti 26 nama yang diseret oleh Sony dalam pusaran kasus ini.

Namun, Syarief menyebut Sony , masih belum menyerahkan alat bukti yang ia punya kepada penyidik untuk menguatkan kesaksiannya.

“Itu (26 nama) sedang kami teliti, kami cek, kami juga punya alat bukti, kami teliti semua. Nanti akan kami panggil, kami periksa saudara SS yang mengajukan JC,” tuturnya.

“Karena saudara SS belum menyampaikan bukti apa yang dia punya, kami juga berhitung di kami bukti apa yang kami punya,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna menyebut pemeriksaan terhadap Sony akan dilakukan penyidik pada pekan depan. Kendati demikian, ia tidak mengungkap lebih jauh ihwal tanggal pasti pemeriksaan itu.

“Yang jelas minggu depan. Minggu depan ya, tunggu saja nanti tanggalnya,” jelasnya.

Kejagung telah menetapkan total lima orang tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

Kelimanya yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana; eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung; kaki tangan Sony, Asep Yusuf Somantri (AYS); dan Komisaris PT. Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono.

Dalam perkara ini, Kejagung menjelaskan program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi dengan sekolah penerima.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Selain itu banyak yayasan sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.

Selanjutnya terdapat mark up harga pengadaan barang sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG. Mulai dari 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet serta 5.400 unit televisi 75 inch.

26 Nama Diduga Terlibat

Sebelumnya, Elza sempat menyebut total ada 26 nama yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG.

Di sisi lain, Elza menyebut bahwa Sony sudah siap untuk blak-blakan terkait kasus dugaan korupsi MBG.

Bahkan, Sony sampai mengaku siap mati demi membuka kasus ini secara lebih terang-benderang.

Pensiunan jenderal polisi bintang dua itu sampai meminta Elza untuk titip keluarganya jika dirinya terjadi sesuatu kepadanya saat berupaya mengungkap kasus ini.

“Akhirnya Pak Sony bilang ‘ya sudah, saya buka saja’ terus dia diam, terus dia bilang gini ‘Bu Elza, saya siap mati’, terus saya bilang ‘jangan pak, jangan mati karena ucapan itu adalah doa’. (Sony mengatakan) ‘Bu Elza, saya pesan titip anak dan istri saya’. Saya juga agak sedih,” cerita Elza.

Mendengar pernyataan Sony tersebut, Elza langsung meminta agar kliennya tersebut mengajukan diri sebagai justice collaborator atau JC.

Elza mengatakan setelah percakapan tersebut, Sony langsung menjelaskan kepada penyidik terkait nama-nama yang terlibat.

Dia mengungkapkan nama-nama tersebut tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Sony.

Ia mengatakan seluruh nama itu berada di ponsel milik Sony yang disita oleh Kejagung.

Adapun mereka diduga menjadi pihak yang terlibat dalam jual beli titik SPPG.

“Akhirnya kita salaman, lalu saya bilang (ke Sony) ‘sebut namanya dari awal’. Jadi waktu BAP awal, semua dijelaskan oleh Pak Sony terkait bagaimana sistem, bagaimana melihatnya, dan semua data itu ada. Salah satu datanya ada di handphone (Sony),” katanya.

“Terus saya bilang sama penyidik ‘tolong ya pak ya, data itu jangan dihilangkan. Itu ada nama-nama dan chat-chat orang yang bicara dengan Pak Sony yang minta titik-titik dapur MBG,” sambung Elza.

Ketua BGN Nanik Pastikan Dirinya Tidak Terlibat

Kepala BGN, Nanik S Deang, memastikan dirinya tidak tercantum dalam dalam 26 nama yang disebut Sony Sanjaya. Kalau ada yang mencoba mengkait-kaitkan dengan korupsi pengelolaan MBG dinilainya itu fitnah.

“Demi Allah, demi Rasulullah saya tidak terlibat persekongkolan jahat menggarong dana MBG,” kata Deang dengan nada tinggi ketika dikonfirmasi ngopibarang.id.

Nanik S Deyang merupakan satu-satunya dari tiga Wakil BGN yang selamat, sementara eks Ketua dan dua orang wakilnya Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Kejaksaan Agung.[]

ya