Jaga APBN, Pemerintah Pangkas Rp 130,2 T Anggaran Perjadin dan Rapat

by

JAKARTA – Penanews.co.id – Demi menjaga kesehatan kas negara di tengah tensi gejolak ekonomi global akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah memutuskan untuk melakukan realokasi anggaran yang dianggap tidak prioritas seperti perjalanan dinas untuk mendukung efisiensi fiskal.

​Langkah ini diambil sebagai respons atas melambungnya harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi ini memberikan tekanan besar karena harga pasar saat ini telah menembus angka US$ 100 per barel, jauh melampaui asumsi awal APBN 2026 yang hanya mematok US$ 70 per barel.

“Pemerintah juga melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara melalui prioritasisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).

Airlangga mengatakan, relokasi atau pengalihan anggaran belanja ini dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial.

“Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra,” paparnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran yang nilainya akan berada pada rentang Rp 121,2 triliun sampai dengan Rp 130,2 triliun.

“Potensi prioritasisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” ungkap Airlangga.[]

ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *