Survei Terbaru Terungkap Hanya 15 persen Warga RI Akui Ekonomi Indonesia Baik, Sisanya bilang ini

by
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani. Foto: Dok SM News


JAKARTA – Penanews.co.id — Persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini cenderung negatif. Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat, hampir separuh warga menilai kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan buruk hingga sangat buruk.

Secara rincinya, sebanyak 37,9 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional berada di kategori buruk. Sementara itu, 11,5 persen lainnya tegas menyatakan kondisi ekonomi sangat buruk.

Jika diakumulasikan, total ada 49,4 persen publik yang memandang lanskap perekonomian tanah air secara negatif.
​Di sisi lain, jumlah warga yang memandang kondisi ekonomi dengan optimis terbilang amat minim.

“Hanya sekitar 15,7 persen warga yang melihat kondisi ekonomi nasional secara positif. Sebaliknya, sekitar separuh masyarakat, 49,4 persen, menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk,” kata Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, penanews.co.id kutip dari Kompas.com, Kamis (30/7/2026).

Sedangkan sisanya yaitu 33,9 persen menilai kondisi ekonomi biasa saja. Deni menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap ekonomi telah menjadi pandangan yang dominan, bukan hanya dirasakan oleh kelompok kecil.

Selain itu, rilis SMRC juga menunjukkan bahwa evaluasi negatif pada kondisi ekonomi mengalami lonjakan tajam dalam 9 bulan terakhir.

Pada survei November 2025, hanya 22,7 persen warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk.

Meningkat menjadi 31,7 persen pada survei Februari-Maret 2026, dan semakin tinggi pada survei Juli 2026 menjadi 49,4 persen.

Diketahui survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

Populasi survei ini merupakan seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih.

Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan tatap muka.

Adapun margin of error survei ini sebesar +/- 3.7 persen.

ya