BERLIN – Penanews.co.id – Jerman telah memulai produksi massal lebih dari 5.000 drone serang jarak menengah dan jauh untuk Ukraina, demikian pernyataan perusahaan pertahanan Auterion dan mitra usaha patungannya di Ukraina, Airlogix, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Unit-unit pertama telah diproduksi di wilayah metropolitan Munich berdasarkan pesanan pemerintah Jerman yang menurut perkiraan sumber industri bernilai sekitar €300 juta ($348 juta).
Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan bahwa kontrak tersebut dijadwalkan akan selesai pada pertengahan tahun 2027.
Drone-drone tersebut merupakan bagian dari bantuan militer Jerman kepada Ukraina, di tengah konflik dengan Rusia yang dimulai pada Februari 2022.
Perusahaan patungan yang didirikan pada bulan Februari itu mengatakan pihaknya mengharapkan pesanan lanjutan dan pengoperasian jangka panjang.
“Jerman kini memiliki jalur produksi untuk senjata presisi terjangkau dalam jumlah besar,” kata Kepala Eksekutif Auterion, Lorenz Meier, kepada media lokal.
“Kami akan mengirimkan sistem yang sudah terbukti dan teruji tahun ini — dengan biaya dan kecepatan produksi yang memungkinkan untuk membangun persediaan besar sebagai upaya pencegahan,” tambah Meier.
Produksi sedang berlangsung di lokasi yang dirahasiakan di dekat Munich dan juga direncanakan di pabrik kedua di Jerman bagian timur, demikian dilaporkan kantor berita Jerman dpa.
Menurut sumber perusahaan, ada dua model yang sedang diproduksi.
Salah satunya memiliki jangkauan menengah, sedangkan yang lainnya dapat terbang hingga 1.500 kilometer (sekitar 930 mil), kata sumber tersebut.
Auterion memasok perangkat lunak dan sistem operasi, sedangkan Airlogix menyediakan perangkat kerasnya.
Drone serang satu arah membawa bahan peledak dan dirancang untuk mengenai dan menghancurkan targetnya, bukan untuk kembali.
Kecerdasan buatan dirancang untuk menjaga agar drone tetap berada di jalur yang benar bahkan ketika sistem peperangan elektronik mencoba untuk mengganggu sinyalnya.[[






