BANDA ACEH – Penanews.co.id – Pada hari Kamis (3/8/2026), Beijing mendesak Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terkait Iran yang dikenakan terhadap perusahaan dan warga negara Tiongkok.
China telah “berulang kali menyatakan penentangannya yang tegas terhadap sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan Huang Ling dalam konferensi pers, dilansir dari Anadolu.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Washington, meskipun China telah berulang kali menyatakan keberatan, telah menjatuhkan sanksi kepada perusahaan dan warga negara China atas dugaan keterkaitan dengan Iran, seraya juga menyatakan “ketidakpuasan yang kuat dan penentangan tegas” dari Beijing.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa “sanksi sepihak” yang diambil oleh AS “mengganggu” perdagangan dan pertukaran ekonomi normal antara negara-negara terkait dan “mengacaukan” keamanan energi global dan pasokan yang stabil.
Dia mengatakan China mendesak AS untuk “segera memperbaiki praktik-praktik yang keliru dan mencabut sanksi terhadap perusahaan dan warga negara China yang terkait,” menambahkan bahwa Beijing akan “dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan dan warga negaranya.”
Pada bulan Juli, AS mengumumkan sanksi terhadap enam individu dan entitas di empat negara, termasuk China, atas peran mereka dalam mendukung Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan jaringan transportasi utamanya, Mahan Air.
Kampanye Washington untuk mengisolasi Teheran dari sistem keuangan global merupakan tindak lanjut dari perang AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Ketegangan tersebut juga bertepatan dengan kunjungan balasan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke AS yang dijadwalkan setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada bulan Mei.







