PM Qatar Bertemu Presiden Iran, Sebut Tak Ingin Rakyat Teheran ‘Menderita’

by
by
PM sekaligus Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani (kiri) bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di tengah perang antara Amerika Serikat vs Iran. | Foto REUTERS/Iran's Presidential website

TEHERAN – Penanews.co.id – Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Pertemuan berlangsung Kamis (27/8) di Teheran ini merupakan kunjungan pertama Al Thani ke Iran sejak perang pecah.

Berdasarkan laporan Anadolu Agency, dalam pertemuan tersebut Sheikh Mohammed menyatakan kesiapan Qatar untuk memberikan segala bentuk dukungan guna meringankan beban rakyat Iran yang sedang kesulitan.

“Qatar tidak ingin rakyat Iran menghadapi kesulitan sementara negara-negara di kawasan itu hanya menonton,” kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

“Kami akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk meringankan kesulitan rakyat Iran yang bersaudara,” kata dia seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim Iran.

Sheikh Mohammed mengatakan bahwa Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menganggap Pezeshkian “sebagai saudara,” dan bahwa “rasa hormat yang mendalam dan tulus” tetap ada di antara kedua negara meskipun ada peristiwa baru-baru ini.

Dia mengatakan Doha berupaya memulihkan stabilitas di kawasan itu dan mengakui upaya Iran untuk menjangkau negara-negara di kawasan serta usahanya untuk meningkatkan keamanan dan ketenangan.

“Kami berharap bahwa, dengan melanjutkan pendekatan ini, tantangan-tantangan di masa mendatang akan teratasi,” tambahnya.

Menanggapi isu pilot Iran yang diklaim telah ditangkap oleh Doha, perdana menteri Qatar mengatakan bahwa masalah tersebut akan ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh.

Kunjungan Sheikh Mohammed, yang juga menteri luar negeri Qatar, ke Teheran terjadi ketika Doha terus berupaya meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

Kunjungan ini menandai perjalanan pertama menteri luar negeri Qatar ke Iran sejak konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel pada akhir Februari.

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni setelah mediasi oleh Pakistan dan Qatar, tetapi implementasinya terhenti di tengah perbedaan pendapat mengenai navigasi di Selat Hormuz, yang sebelum perang dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak global.

Iran telah menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang menjadi markas pasukan militer AS pada Juni 2025, selama perang 12 hari dengan Israel, dan juga melancarkan serangan balasan terhadap beberapa negara Teluk termasuk Qatar setelah serangan AS-Israel tahun ini.[]

ya