Terseret di Polemik Ijazah Presiden ke-7 RI, Dekan Kehutanan UGM sebut Kasmudjo Bukan Pembimbing Skripsi Jokowi

by

JAKARTA – Penanews.co.id — Nama Ir. Kasmudjo kembali menjadi sorotan di tengah perdebatan mengenai keabsahan ijazah dan skripsi Joko Widodo (Jokowi) saat berstatus mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kasmudjo diketahui memiliki hubungan akademik cukup dekat dengan Presiden ke-7 RI tersebut. Ia merupakan dosen yang mendampingi perjalanan studi Jokowi sejak memasuki semester lima hingga menyelesaikan pendidikannya di UGM.

Hubungan keduanya juga masih terjalin setelah Jokowi menyelesaikan kuliah. Salah satu momen yang menunjukkan kedekatan tersebut terjadi pada Selasa, 13 Mei 2025, ketika Jokowi mengunjungi kediaman Kasmudjo di Pogung Kidul, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

“Hari ini, saya berkunjung untuk bersilaturahmi dengan Dosen Pembimbing Akademik saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, Bapak Ir. Kasmudjo. Di usia 75 tahun, beliau masih sehat dan penuh semangat. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan kepada beliau,” kata Jokowi dalam unggahannya di media sosial.

Kunjungan itu menjadi salah satu catatan yang memperlihatkan hubungan Jokowi dengan Kasmudjo, yang pernah menjadi dosennya selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

Mengutip Fajar.id, nama Kasmudjo mencuat karena posisinya dalam perjalanan akademik Jokowi kerap dikaitkan dengan polemik dugaan ijazah palsu. Padahal, berdasarkan penjelasan Fakultas Kehutanan UGM, Kasmudjo bukan pembimbing skripsi Jokowi.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta telah menjelaskan posisi Kasmudjo melalui kanal YouTube resmi UGM pada 22 Agustus 2025. Menurut Sigit, Kasmudjo merupakan pembimbing akademik Jokowi. Pada masa itu, istilah yang lazim digunakan adalah dosen wali.

“Jadi pembimbing akademik itu adalah Bapak Ir. Kasmudjo. Waktu itu masih Ir. Kasmudjo. Selanjutnya bersekolah lagi jadi Ir. Kasmudjo, M.S. sekarang sampai pensiun begitu,” jelas Sigit dilansir pada Selasa (8/9/2026).

Kasmudjo, kata Sigit, mendampingi Jokowi sejak semester kelima hingga mahasiswa asal Surakarta itu menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

“Itu pembimbing akademik yang membimbing Pak Jokowi mulai semester kelima sampai lulus. Dulu sering disebut sebagai dosen wali,” ujarnya.

Bukan Pembimbing Skripsi

Sigit membedakan posisi pembimbing akademik dengan pembimbing skripsi. Keduanya memiliki tugas yang tidak sama dalam perjalanan pendidikan mahasiswa.

Pembimbing akademik bertugas mendampingi mahasiswa dalam urusan akademik selama menjalani perkuliahan. Adapun pembimbing skripsi secara khusus mendampingi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana.

Untuk skripsi Jokowi, Sigit menyebut pembimbingnya adalah Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Sosok tersebut berbeda dengan Kasmudjo dan kemudian meraih gelar profesor menjelang Jokowi menyelesaikan pendidikannya.

Status tersebut membuat Kasmudjo tidak memiliki kewenangan untuk menguji maupun membimbing skripsi mahasiswa.

Dalam pemeriksaan kepolisian terkait perkara dugaan ijazah palsu, Jokowi juga menyebut Kasmudjo sebagai pembimbing akademiknya, bukan pembimbing skripsi.

UGM Tegaskan Ijazah Jokowi Asli

Polemik mengenai Kasmudjo tidak bisa dilepaskan dari perdebatan lebih luas mengenai jejak akademik Jokowi di UGM. Pihak yang meragukan keabsahan ijazah dan skripsi Jokowi mempertanyakan sejumlah aspek perjalanan pendidikannya.

UGM berulang kali memberikan penjelasan mengenai status akademik Jokowi. Sigit Sunarta menyayangkan munculnya informasi yang menurut dia menyesatkan dan seolah-olah menggambarkan ijazah Jokowi yang diterbitkan UGM sebagai dokumen palsu. 

Menurut Sigit, catatan akademik Jokowi menunjukkan bahwa mantan presiden tersebut memang pernah menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.

“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” ujar Sigit.

Jokowi tercatat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM mulai 1980 dan menyelesaikannya pada 1985. Dalam rentang lima tahun tersebut, Kasmudjo menjadi salah satu dosen yang mendampingi perjalanan akademiknya.

Karena itu, posisi Kasmudjo dalam riwayat pendidikan Jokowi sebenarnya berada pada ranah pembimbing akademik, bukan pembimbing skripsi. Pembedaan ini menjadi penting di tengah polemik yang menjadikan hubungan antara Jokowi dan para dosennya sebagai bagian dari perdebatan mengenai keabsahan ijazahnya.[]

ya