Siaga Hujan Lebat, Geuchik Seuneubok Baro Aceh Utara Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

by

LHOKSUKON – Penanews.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya, mengeluarkan peringatan dini terhadap cuaca di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Utara. Hingga 10 September 2026, berpotensi hujan lebat .

BMKG mencatat, bahwa status cuaca di Aceh saat ini berstatus Siaga. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada potensi hujan lebat yang bisa saja terjadi mulai sore hingga malam hari.

Geuchik Gampong Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Jon Junaidi, juga mengimbau seluruh masyarakatnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

“Tentu saja dengan cuaca yang saat ini kerap berubah, himbauan tetap kita sampaikan kepada masyarakat kita, dan meminta kepada seluruh perangkat gampong agar segera melaporkan jika suatu saat ada yang terdampak bencana,” ujar Jon Junaidi, Rabu 09 September 2026.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah gampong terhadap keselamatan masyarakat, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi berubah dengan cepat. Warga diminta tidak menganggap sepele hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan kondisi cuaca lainnya.

Jon Junaidi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar rumah, terutama saat hujan deras dan angin kencang terjadi. Warga juga diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk pepohonan, atap rumah, serta fasilitas yang berpotensi terdampak akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Seuneubok Baro agar tetap waspada dan berhati-hati menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Keselamatan masyarakat menjadi hal yang utama,” imbuh Jon Junaidi.

Dijelaskan, pada Rabu lalu 26 Agustus 2026, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan satu rumah warga di desa-nya mengalami kerusakan pada bagian atap rumah, disertai tumbangnya sejumlah pohon dan dua batang tiang listrik.

Maka untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, seperti pohon tumbang, genangan air, maupun kerusakan fasilitas umum.

Menurutnya, kewaspadaan bersama sangat penting untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan oleh perubahan cuaca. Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun tidak mengabaikan tanda-tanda terjadinya cuaca ekstrem.

Bagi warga yang memiliki aktivitas di luar rumah, Jon menyarankan agar untuk memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan apabila situasi mulai memburuk.

“Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan dan mengutamakan keselamatan. Jika kondisi cuaca membahayakan, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan mencari tempat yang aman,” pesannya.

Pemerintah Gampong Seuneubok Baro berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta memperkuat kepedulian dan kesiapsiagaan warga di tingkat gampong.[]

ya