BANDA ACEH – Penanews.co.id – Menteri PU Dody Hanggodo menegur keras Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw saat melakukan pengecekan irigasi di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Usai ditegur Menteri Dody, Nama Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw mendadak menjadi sorotan.
Teguran itu terjadi ketika Dody menemukan sekitar 1.000 hektare sawah mengalami kekeringan selama kurang lebih tujuh bulan.
Ironisnya, sumber air berada tak jauh dari lokasi, tetapi saluran irigasi yang seharusnya mengalirkannya ke persawahan justru tidak berfungsi.
Di tengah kondisi tersebut, Dody langsung menghubungi Arnold yang merupakan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU),. Percakapan telepon itu terdengar di lokasi dan memperlihatkan kegeraman sang menteri.
Sosok Arnold sendiri bukan nama baru di lingkungan pemerintahan. Purnawirawan TNI AD berpangkat terakhir Mayjen ini merupakan lulusan Akmil 1991 dan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Gubernur Akademi Militer. Ia kemudian dilantik Dody Hanggodo sebagai Dirjen SDA Kementerian PU pada 1 Mei 2026.
Lantas, siapa sebenarnya Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw? Bagaimana perjalanan karier sang mantan jenderal hingga dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dan apa yang membuat Dody Hanggodo sampai memarahinya?
Siapa Arnold Aristoteles?
Mengutip Suara.com, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw merupakan perwira TNI Angkatan Darat yang kemudian mendapat penugasan di lingkungan pemerintahan.
Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991. Dalam perjalanan karier militernya, Arnold pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD.
Pada 2024, Arnold mendapat promosi menjadi Gubernur Akademi Militer. Dokumen mutasi TNI mencatat Arnold sebelumnya menjabat Inspektur Divisi 3 Kostrad sebelum menjadi Inspektur Akmil dan kemudian Gubernur Akmil.
Kementerian Pertahanan juga mencatat Arnold sebagai Gubernur Akmil ketika mendampingi agenda kunjungan Presiden RI dan Presiden Prancis ke Akademi Militer pada Mei 2025.
Setelah berkarier di militer, Arnold kemudian ditugaskan ke lingkungan Kementerian PU. Menteri PU Dody Hanggodo melantiknya sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada 1 Mei 2026.
Saat ini, nama Arnold tercantum dalam situs resmi Ditjen SDA Kementerian PU sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air.
Ini Penyebab Arnold Aristoteles Dimarahi Dody
Teguran Dody kepada Arnold terjadi ketika Menteri PU melakukan pemeriksaan langsung kondisi irigasi di Desa Karangharja, Pebayuran, Bekasi, pada Sabtu, 26 September 2026.
Dody turun ke lapangan setelah menemukan adanya perbedaan antara laporan yang diterima kementerian dengan kondisi yang disampaikan masyarakat.
Di lokasi tersebut, Dody menemukan persoalan pengairan yang berdampak pada lahan persawahan. Laporan yang diberitakan menyebut sekitar 1.000 hektare sawah mengalami kekeringan selama tujuh bulan.
Dody kemudian menghubungi Arnold selaku Dirjen SDA untuk meminta agar pejabat pembuat komitmen (PPK) yang berada paling dekat dengan lokasi segera datang.
Dalam percakapan tersebut, Dody tidak menerima jawaban bahwa penanganan baru dilakukan keesokan harinya. Ia meminta jajarannya bergerak saat itu juga.
“Besok? Sekarang! Besok di mana sih lo? Kan sudah enggak dapat air tujuh bulan, baru besok. Sekarang! Jalan kamu sekarang!”
Ucapan tersebut merujuk pada rekaman percakapan Dody saat melakukan pengecekan di lokasi.
Apa Masalah Irigasi di Bekasi?
Berdasarkan temuan Dody di lapangan, saluran irigasi tersier di area tersebut dalam kondisi tidak berfungsi. Salah satu persoalan yang disebut adalah sedimentasi dan kurangnya perawatan.
Padahal, terdapat aliran sungai besar sekitar dua kilometer dari area persawahan yang masih memiliki debit air.
Dody mempertanyakan mengapa air dari sungai tersebut tidak segera dialirkan untuk memenuhi kebutuhan persawahan.
“Ini ada saluran tersier, tapi sudah kering. Kata petani di sini mungkin keringnya sudah tujuh bulan. Padahal dekat dari sini, ada sekitar 2 kilometer ada sungai yang enggak pernah kering. Kita kerja gampang saja kan. Bapak tinggal tarik.”
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menurut Dody berbeda dengan laporan internal kementerian. Dalam keterangannya, Dody mengatakan kondisi lapangan perlu dilihat langsung karena terdapat perbedaan antara laporan pemantauan dan kondisi yang dihadapi petani.
Apa Hubungan Arnold dengan Persoalan Irigasi?
Sebagai Dirjen SDA, Arnold memimpin unit di Kementerian PU yang menangani urusan sumber daya air, termasuk pengelolaan dan pengembangan jaringan irigasi.
Karena itu, Dody menghubunginya ketika menemukan persoalan pengairan di Bekasi.
Namun, teguran tersebut tidak berarti Arnold secara pribadi menjadi penyebab sawah mengalami kekeringan. Persoalan yang dipermasalahkan berkaitan dengan kinerja penanganan irigasi dan kesesuaian laporan dengan kondisi aktual di lapangan.
Situs resmi Ditjen SDA mencantumkan Arnold sebagai Dirjen SDA, dengan sejumlah direktorat di bawahnya, termasuk Direktorat Irigasi dan Rawa.[]







