KUTA CANE — Penanews.co.id – Masyarakat di Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, kini dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang setelah tanggul Sungai Lawe Bulan di Desa Pancariman berhasil ditutup.
Sebelumnya, tanggul yang jebol akibat banjir tersebut menyebabkan genangan di permukiman warga pada empat desa serta mengganggu kelancaran lalu lintas di ruas Jalan Nasional Kutacane–Medan. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan masyarakat dan mobilitas pengguna jalan.
Untuk membantu mengatasi dampak tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menurunkan satu unit excavator, Ahad (11/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan tanggul yang jebol dan mengurangi risiko dampak banjir bagi masyarakat sekitar.
Penanganan dilakukan melalui kerja sama antara BWS Sumatera I, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tenggara. Semua pihak bergotong royong melakukan penutupan tanggul agar kondisi di sekitar sungai dapat segera dipulihkan.
Dukungan alat berat membantu mempercepat proses pekerjaan di lokasi terdampak. Upaya bersama ini menjadi bagian penting dalam mengurangi gangguan yang dirasakan warga akibat jebolnya tanggul. Dengan penanganan yang cepat, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

sda.pu.go.id memberitakan, Selasa 13 Oktober 2026, penutupan tanggul Sungai Lawe Bulan berhasil diselesaikan. Selesainya pekerjaan ini memberikan kelegaan bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir. Risiko masuknya aliran sungai ke kawasan permukiman akibat kerusakan tanggul di lokasi tersebut diharapkan dapat dikurangi.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi hujan lebat dan kenaikan debit sungai. Kondisi tanggul juga perlu dipantau untuk memastikan penanganan tetap berfungsi dengan baik.
Pemulihan tanggul turut mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di ruas Jalan Nasional Kutacane–Medan yang sebelumnya terdampak banjir. Jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang perjalanan warga serta distribusi barang dan kebutuhan sehari-hari.
Dengan berkurangnya gangguan akibat banjir, pengguna jalan dapat kembali melakukan perjalanan dengan lebih lancar. Masyarakat juga diharapkan dapat menjalankan kegiatan ekonomi dan sosial tanpa hambatan berkepanjangan.
Penanganan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi lingkungan dan aktivitas warga di Kecamatan Bambel.
Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kerja sama dalam menangani tanggul yang jebol. Respons cepat tersebut memberikan harapan bagi warga untuk kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
BWS Sumatera I terus berupaya mendukung penanganan infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana sesuai kewenangannya. Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan dan mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.
Diharapkan upaya ini dapat mendukung perlindungan permukiman serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Lawe Bulan.[]








