RI Gunakan Sagu untuk Pengeboran Minyak

by
Ilustrasi

JAKARTA – Penanews.co.id – Pemerintah mendorong PT Pertamina (Persero) mengoptimalkan pemanfaatan sagu sebagai bahan alternatif pendukung aktivitas pengeboran minyak. Komoditas lokal tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk digunakan pada sekitar 900 sumur minyak milik Pertamina.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengatakan, penggunaan sagu dalam proses pengeboran atau drilling telah melalui tahap uji coba di dua sumur minyak dan memberikan hasil positif. Keberhasilan awal tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendorong penerapannya secara lebih luas.

Sarmuji meminta Pertamina segera memperluas pemanfaatan sagu dalam kegiatan pengeboran. Sementara itu, pemerintah akan menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai landasan standardisasi penggunaannya.

“Kami meminta kepada Pertamina untuk memperluas penggunaan sagu dalam proses drilling ini. Uji coba sudah dilaksanakan, tinggal SNI-nya nanti kita siapkan,” ujar Sarmuji di Jakarta, Kamis (5/11/2026), seperti dilansir Antara.

Sarmuji menjelaskan, setiap sumur minyak diperkirakan membutuhkan sekitar 10 ton sagu. Jika diterapkan pada 900 sumur, maka potensi kebutuhan sagu mencapai sekitar 9.000 ton.

Pemanfaatan itu dinilai dapat membuka pasar baru bagi industri sagu nasional, sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri di sektor energi.

Sarmuji mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk penggunaan sagu dalam kegiatan pengeboran.

“Bahkan, penerapan standar secara wajib juga menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan apabila bahan baku lokal tersebut memenuhi kebutuhan industri,” lanjutnya

Menurutnya, pasokan sagu dalam negeri dinilai mencukupi, terutama dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan pengolah pati untuk memperkuat kapasitas produksi.

Selain membahas penggunaan sagu, Kemenperin dan Pertamina juga membicarakan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam kegiatan operasional perusahaan.

“Kami menerima Pertamina membicarakan tentang peningkatan komponen TKDN. Penggunaan produk dalam negeri. Pertamina punya komitmen untuk terus menjaga agar penggunaan produk dalam negeri itu menjadi lebih tinggi lagi sesuai dengan standar yang sudah kita tetapkan,” ujar Sarmuji.

Melalui peningkatan penggunaan bahan baku lokal, pemerintah berharap industri dalam negeri dapat memperoleh nilai tambah dan semakin terlibat dalam rantai pasok sektor minyak dan gas.

Sementara itu, Jaffee Arizon Suardin Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

“Dan tentunya di Pertamina sebagai BUMN, banyak industri-industri yang membutuhkan TKDN tersebut,” kata Jaffee.

Menurutnya, Pertamina berencana memperkuat kerja sama dengan perusahaan dan penyedia teknologi dalam negeri agar kebutuhan operasional perusahaan dapat dipenuhi oleh industri nasional.

Pertamina juga akan menyiapkan sistem temu bisnis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan produk serta kemampuan industri lokal.

“Kami tentunya siap berkolaborasi dengan Pak Menteri dan unsur pemerintah lainnya agar upaya ini dapat terlaksana dengan cepat,” ujarnya.[]