Azhar Sidiq: Pengungkapan Jaringan Ganja Gayo–Medan Bukti Sinergi Penegakan Hukum, Harus Terus Diperkuat

by
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Azhar Sidiq S.

JAKARTA – Penanews.co.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Azhar Sidiq S., memberikan apresiasi atas keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan peredaran ganja lintas daerah Gayo–Medan dengan barang bukti mencapai sekitar 93 kilogram. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa penguatan intelijen, koordinasi antar-lembaga, dan penegakan hukum yang profesional mampu memberikan pukulan serius terhadap jaringan narkotika.

Menurut Azhar, apresiasi yang disampaikan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, terhadap kinerja BNN merupakan bentuk dukungan yang penting bagi aparat penegak hukum agar tetap konsisten menjalankan tugas pemberantasan narkotika secara tegas, terukur, dan berkeadilan.

“Kejahatan narkotika merupakan extraordinary crime yang mengancam masa depan bangsa. Karena itu, keberhasilan aparat membongkar jaringan hingga mengamankan puluhan kilogram ganja patut diapresiasi. Ini menunjukkan negara hadir melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Azhar.

Ia menegaskan, perang melawan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan tindakan represif semata. Diperlukan strategi komprehensif melalui penguatan edukasi hukum, pencegahan di lingkungan pendidikan, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan masyarakat.

Sebagai organisasi mahasiswa hukum, PERMAHI menilai keberhasilan pengungkapan jaringan narkotika harus menjadi momentum memperkuat budaya sadar hukum di tengah masyarakat. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“PERMAHI siap menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum melalui penyuluhan, diskusi akademik, hingga pengabdian kepada masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari peningkatan literasi hukum agar masyarakat memahami bahwa narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga dan bangsa,” katanya.

Azhar juga berharap keberhasilan operasi tersebut terus dikembangkan hingga mampu membongkar seluruh mata rantai peredaran gelap narkotika, mulai dari pemasok, bandar, pengendali jaringan, hingga jalur distribusinya. Langkah tersebut dinilai penting agar pemberantasan narkotika tidak berhenti pada penangkapan kurir, tetapi benar-benar memutus jaringan secara menyeluruh.

Di akhir keterangannya, Azhar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya BNN dan aparat penegak hukum dalam memerangi narkotika. Menurutnya, sinergi antara negara dan masyarakat merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, dan memiliki generasi unggul menuju Indonesia Emas.[]

ya