KOTA JANTHO – Penanews.co.id — Gampong Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, kembali dihadapkan pada persoalan banjir genangan. Hujan dengan intensitas sedang selama sekitar 30 menit saja dapat menyebabkan air menggenangi sejumlah permukiman dan ruas jalan di wilayah tersebut.
Kondisi itu terjadi akibat air kiriman dari kawasan kompleks perumahan Meusara Agung, Gampong Geu Gajah, yang masuk ke wilayah Lambheu. Persoalan semakin parah karena sejumlah saluran drainase di Gampong Lambheu mengalami kerusakan dan tersumbat.
Keuchik Lambheu, H Lukfandi Ibrahim, mengatakan banjir genangan telah menjadi persoalan berulang yang dihadapi masyarakat setiap kali hujan turun.
“Kalau hujan dengan intensitas sedang sekitar 30 menit saja, sudah terjadi genangan di sejumlah wilayah Gampong Lambheu. Airnya merupakan kiriman dari kawasan perumahan Meusara Agung Gampong Geu Gajah,” kata Lukfandi, Minggu (27/09/2026).
Menurut Lukfandi, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan. Kondisi drainase yang rusak dan tersumbat membuat air tidak dapat mengalir secara optimal.
“Air kiriman masuk ke Lambheu, sementara saluran drainase kita sebagian rusak dan tersumbat. Akibatnya, air meluap dan masuk ke kawasan permukiman serta menggenangi jalan,” ujarnya.
Lukfandi menyebut sedikitnya tiga wilayah di Gampong Lambheu yang selama ini menjadi titik rawan genangan, yakni Dusun Indra Sakti, Dusun Perumnas Utara, dan Dusun Lambheu Barat.
Di Dusun Indra Sakti dan Dusun Perumnas Utara, genangan air dilaporkan telah memasuki rumah warga. Sementara di Dusun Lambheu Barat, sejumlah ruas jalan turut terdampak.
Beberapa ruas jalan yang menjadi titik genangan antara lain Jalan Hadiah, Jalan Ikhlas, Jalan Nikmat, serta Jalan Krueng Aceh Utama di kawasan Perumnas Lambheu.
“Di Dusun Indra Sakti dan Perumnas Utara, air sudah menggenangi rumah warga. Sedangkan di Lambheu Barat, beberapa ruas jalan juga tergenang,” kata Lukfandi.
Untuk mencegah persoalan tersebut terus berulang, Pemerintah Gampong Lambheu mendorong pelebaran dan perbaikan sejumlah saluran drainase yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit air.
Lukfandi menyebutkan drainase di Jalan Hadiah, Jalan Ikhlas, Jalan Nikmat, dan Jalan Rahmat perlu mendapat penanganan.
Selain drainase, sejumlah ruas jalan juga dinilai membutuhkan peningkatan, terutama Jalan Hadiah, Jalan Ikhlas, Jalan Krueng Aceh Utama, dan Jalan Ilham.
“Kami mengusulkan agar drainase di beberapa titik diperlebar dan diperbaiki. Jalan-jalan yang selama ini menjadi titik genangan juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Persoalan Tak Bisa Ditangani Sendiri
Lukfandi menegaskan penanganan banjir di Lambheu membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan dukungan pemerintah Kabupaten. Sebab, persoalan yang terjadi berkaitan dengan aliran air dari kawasan di sekitar Gampong Lambheu.
Menurutnya, pembangunan kawasan permukiman harus diikuti dengan sistem drainase yang memadai agar limpasan air tidak menimbulkan persoalan bagi wilayah di bawahnya.
“Ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah gampong sendiri. Kami membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten dan pihak terkait untuk membenahi drainase serta jalan,” katanya.
Lukfandi berharap Bupati Aceh Besar segera memberikan solusi permanen terkait banjir genangan tersebut. Menurutnya, pembenahan drainase dan penataan aliran air sangat diperlukan agar masyarakat tidak terus mengalami masalah yang sama setiap kali hujan turun.
“Kami berharap ada solusi permanen dari Bupati Aceh Besar agar masyarakat tidak lagi menghadapi persoalan yang sama setiap kali hujan turun. Drainase harus dibenahi dan aliran air ditata dengan baik,” ujar Lukfandi.[]







