BANDA ACEH – Penanews.co.id – Tawa riang anak-anak pecah di antara rindangnya pepohonan Hutan Kota Tibang, Sabtu 18 Juli 2026. Dengan seragam warna-warni dan langkah-langkah kecil yang penuh rasa ingin tahu, ratusan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai penjuru Banda Aceh berkumpul dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 bertajuk “Jejak Si Kecil di Hutan Kota Bersama Bunda PAUD”.
Pagi itu, alam bukan sekadar latar kegiatan, melainkan ruang belajar yang menghidupkan imajinasi anak-anak. Mereka diajak mengenal lingkungan, bergerak bersama, dan menikmati masa kecil yang penuh keceriaan.
Wali Kota Banda Aceh yang juga Bunda PAUD Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir didampingi Ketua TP PKK Banda Aceh Dessy Maulidha, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulaiman, para camat, Bunda PAUD kecamatan, serta jajaran SKPK.
Kedatangan Illiza disambut meriah melalui atraksi Barongsai dari Yayasan Hakka Aceh yang sukses mengundang antusiasme anak-anak. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap gerakan barongsai sebelum seluruh peserta berkumpul di area utama kegiatan.
Suasana semakin hangat ketika Illiza menyapa satu per satu anak-anak. Senyum dan sapaan sederhana itu mencairkan suasana, sebelum seluruh peserta mengikuti senam bersama yang berlangsung penuh semangat.
Dalam sambutannya, Illiza mengajak seluruh pihak menjadikan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.
“Hari ini bukan sekadar peringatan Hari Anak Nasional. Hari ini kita sedang mengajak anak-anak belajar langsung dari alam. Mereka belajar mengenal ciptaan Allah SWT, belajar mencintai lingkungan, belajar bekerja sama dengan teman-temannya, sekaligus belajar bahwa menjaga alam adalah bagian dari rasa syukur kepada Sang Pencipta,” ujarnya.

Menurutnya, Banda Aceh saat ini memiliki sekitar 93.777 anak atau hampir sepertiga dari total penduduk kota. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus selalu berpihak pada kepentingan terbaik anak, sebab membangun kota sejatinya adalah membangun generasi masa depan.
Illiza juga menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Rumah merupakan sekolah pertama, orang tua adalah guru pertama, guru PAUD menjadi sahabat tumbuh kembang anak, sementara alam merupakan ruang belajar yang kaya akan nilai kehidupan.
Ia mengingatkan pentingnya menciptakan core memory atau kenangan indah bagi anak melalui kebersamaan sederhana bersama keluarga. Menurutnya, waktu yang diberikan orang tua untuk bermain, membaca buku, berjalan di taman, hingga mengenalkan anak pada alam akan menjadi bekal berharga yang melekat hingga mereka dewasa.
Usai senam bersama, Illiza melakukan penanaman pohon bersama Ketua TP PKK, Sekda, serta para Bunda PAUD Kecamatan sebagai simbol komitmen menanam kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan mengunjungi berbagai stan pembelajaran yang disiapkan satuan PAUD. Di setiap sudut Hutan Kota, anak-anak mengikuti beragam aktivitas kreatif berbasis alam, mulai dari menggambar, mewarnai, hingga permainan edukatif. Illiza turut menyapa guru, orang tua, dan anak-anak, melayani foto bersama, serta meninjau layanan Puskesmas Keliling yang hadir memberikan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Di akhir acara, Illiza mengajak seluruh elemen masyarakat terus bergandengan tangan mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang benar-benar ramah anak.
“Jejak-jejak kecil yang kita tinggalkan di Hutan Kota Banda Aceh hari ini, insya Allah akan melahirkan langkah-langkah besar menuju masa depan yang cerah. Mari kita jaga anak-anak kita, bahagiakan masa kecil mereka, karena dari masa kecil yang bahagia akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucapnya.[]







